Kudeta Kekuasaan Tamperan Barmawijaya Pecah Kerajaan Jadi Sunda dan Galuh

Sabtu, 11 Mei 2024 - 06:39 WIB
loading...
Kudeta Kekuasaan Tamperan...
Perjanjian Kerajaan Sunda terpecah menjadi Galuh dan Sunda. Foto/Ilustrasi
A A A
Banga, anak dari hasil perselingkuhan Raja Sunda Tamperan Barmawijaya dengan perempuan lain, memerintah di raja bawahan. Hal ini usai perjanjian wilayah Sunda terpecah, menjadi Galuh dan Sunda sendiri.

Galuh dipimpin Manarah, sedangkan Banga memimpin di Sunda. Konon saat menjabat sebagai raja bawahan itulah Banga tampak kurang berkenan. Tapi ia terpaksa harus menjalani tugasnya sebagai raja bawahan dari wilayah Galuh.

Bahkan konon memperteguh Perjanjian Galuh, Manarah dan Banga dijodohkan dengan kedua cicit Demunawan. Manarah menjadi Raja Galuh bergelar Prabu Jayaprakosa Mandaleswara Salakabuana itu dinikahkan dengan Kancanawangi.

Baca Juga: Sri Jayabupati, Penguasa Sunda Galuh Keturunan Sriwijaya dan Majapahit

Sementara Banga yang menjabat sebagai Raja Sunda bergelar Prabu Kretabuana Yasawiguna Aji Mulya dinikahkan dengan Kancanasari.

Dari perkawinannya denhan Kancanasari, Banga memiliki putra bernama Rakryan Medang yang kelak menjabat sebagai Raja Sunda bergelar Prabu Hulukujang yang memerintah pada 766 - 783, demikian dikutip dari buku "Hitam Putih Mahapatih Gajah Mada".

Karena anaknya permpuan, Rakryan Medang mewariskan kekuasaannya pada Rakryan Hujungkulon atau Prabu Gilingwesi menantunya yang berkuasa di Sunda pada783 - 795.

Tetapi Rakryan Hujungkulon hanya memiliki anak perempuan, maka kekuasaan Sunda jatuh ke Rakryan Diwus atau Prabu Pucukbumi Dharmeswara, menantunya yang berkuasa pada795 - 819.

Baca Juga: Kisah Kematian Tamperan dan Pangereyep usai Dihujani Ribuan Panah Geger Sunten

Kemudian dari Rakryan Diwus kmi kekuasaan Sunda jatuh ke Rakryan Wuwus, putranya yang menikah dengan putri Welengan, Raja Galuh pada tahun806 - 813. Kekuasaan Galuh kemudian jatuh pada Rakryan Wuwus, saat Prabu Linggabhumi saudara iparnya mangkat.

Selama menjabat Raja Sunda, Rakryan Wuwus bergelar Prabu Gakahkulon.Sepeninggalnya, tahta Sunda jatuh ke Arya Kadatwan, tetapi karena Arya Kadatwan banyak tak disukai para pejabat istana Sunda, ia akhirnya dibunuh pada 895.

Tahta Sunda kemudian jatuh pada Rakryan Windusakti putranya, kemudian diturunkan lagi ke Rakryan Kamuninggading pada 913.Tetapi baru memerintah tiga tahun, kudeta kembali meruntuhkan kekuasaannya.

Sosok Rakryan Jayagiri yang melakukan kudeta terhadap Rakryan Kamuninggading pada 916. Sepeninggal Rakryan Jayagiri yang naik tahta, kini giliran Rakryan Watuagung yang notabene menantunya naik tahta pada 942.

Namun lagi - lagi kudeta meruntuhkan kekuasaan Watuagung, yang dilakukan Limburkancana, putra dari Rakryan Kamuninggading pada tahun 954.

Sesudah Limburkancana naik tahta dan tahun, digantikan putra sulungnya Rakryan Sundasambawa pada 964. Tetapi karena Sundasambawa tidak memiliki seorang anak laki-laki, tahta kekuasaan jatuh berikutnya ke tangan sang adik iparnya.

Berikutnya berturut-turut Rakryan Gendang atau Prabu Brajawisesa, Prabu Dewa Sanghyang, Prabu Sanghyang Ageng, Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati memerintah.

Kemudian pada tahun 1042, giliran Dharmaraja naik tahta, disusul Prabu Langlangbhumi pada 1064, Rakryan Jayagiri Prabu Menakluhur pada tahun 1054 naik tahta. Kemudian diteruskan oleh Prabu Dharmakusuma pada 1156, dan Prabu Guru Dharmasiksa di tahun 1175.

Semasa pemerintahan Dharmasiksa inilah pusat pemerintahan Sunda dipindahkan ke Pakuan Pajajaran.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Jenderal Zhang Disingkirkan,...
Jenderal Zhang Disingkirkan, Tak Ada Lagi Jenderal China yang Berani pada Xi Jinping
Xi Jinping dan Krisis...
Xi Jinping dan Krisis Komando PLA: Kasus Zhang Youxia Ungkap Konflik Internal China
Ingin Jadi Presiden...
Ingin Jadi Presiden Abadi, Xi Jinping Singkirkan Semua Jenderal yang Menghalangi
Rekomendasi
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Berita Terkini
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved