Cerita Bima Arya 10 Tahun Memimpin Kota Bogor, Banyak Tokoh Jadi Inspirasi

Jum'at, 19 April 2024 - 17:43 WIB
Namun yang paling terdekat adalah sosok ayahnya, Toni Sugiarto. Toni merupakan sosok idolanya, seorang polisi, abdi negara dan bersih. Bima Arya mengaku selalu mengingat kata-kata ayahnya yang terngiang-ngiang hingga saat ini. "Sebaik-baiknya orang adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungannya," kata Bima Arya mengulangi kata mendiang ayahnya.

Dia merasa sudah keliling dunia tapi tidak melakukan apa-apa untuk Kota Bogor. Kemudian di tahun 2013 ia mencalonkan diri sebagai wali kota.

“Tantangan terbesar adalah bukan hanya sekedar mencari pekerjaan, tapi betul-betul memperbaiki Kota Bogor yang saya sangat cintai. Perjuangan nggak mudah karena kita menang tipis. Apalagi saya non birokrat pertama yang menjadi wali kota,” jelasnya.

Pada saat itu dia berkomitmen dan memprioritaskan soal kemacetan. Dalam perjalanannya, ia berhasil menerapkan program konversi angkot 3 : 1 atau 3 angkot menjadi 1 bus. Tercatat, sudah ada 347 unit angkot dikonversi menjadi 49 unit Biskita.

Kemudian berhasil menerapkan Sistem Satu Arah (SSA) seputaran Kebun Raya Bogor di tahun 2016 untuk mengurai kemacetan di pusat kota. “Saya ingin banget memberikan kenyamanan untuk warga Kota Bogor dan kok ada kaitannya dengan index of happiness. Orang yang senang jalan, aktif di ruang publik ya itu lebih happy-lah kesehariannya,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan telah membangun jogging track sempur, pedestrian, alun-alun, hutan kota, taman dan bermain anak seluas 15 hektare. Kemudian me-launching Bogor Tanpa Kantong Plastik (Botak), TPS3R, bank sampah, penambahan armada sampah hingga pemanfaatan sampah green economy.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!