7 Jam One Way Arah Jakarta, Lalin Jalur Puncak Bogor Kembali Normal Dua Arah
Jum'at, 12 April 2024 - 20:43 WIB
Tercatat, lanjut Edwin, terdapat sekitar 80.000 kendaraan yang melintas dari arah Jakarta menuju Puncak dan arah sebaliknya Puncak menuju Jakarta. Petugas terus bersiaga di kawasan wisata tersebut untuk mengamankan arus lalu lintas.
"Sekitar 40.000 kendaraan yang naik (ke Puncak) dan 40.000 yang turun (ke Jakarta). Data ini terus bergerak hingga nanti malam pukul 24.00 WIB karena anggota kami tetap berjaga di lapangan berkaitan dengan mengantisipasi jumlah ataupun orang yang akan kembali ke Jakarta malam hari," ungkapnya.
Diprediksi, puncak arus kendaraan di Jalur Puncak akan terjadi pada 13-15 April 2024. Polisi akan memberlakukan rekayasa lalu lintas baik sistem ganjil genap maupun one way di Jalur Puncak.
Baca juga: Cegah Macet Horor, Menhub Minta Pemudik Pulang Sebelum Puncak Arus Balik Lebaran
"Tentunya di pagi hari kita akan memberikan fasilitas oneway bagi masyarakt yang akan berwisata ke Puncak dan di sore hari kita akan memberikan fasilitas one way untuk kendaraan yang akan kembali. Kemudian kita akan menerapkan rekayasa ganjil genap untuk membatasi kapasitas kendaraan yang akan berwisata di kawasan Puncak," tutupnya.
"Sekitar 40.000 kendaraan yang naik (ke Puncak) dan 40.000 yang turun (ke Jakarta). Data ini terus bergerak hingga nanti malam pukul 24.00 WIB karena anggota kami tetap berjaga di lapangan berkaitan dengan mengantisipasi jumlah ataupun orang yang akan kembali ke Jakarta malam hari," ungkapnya.
Diprediksi, puncak arus kendaraan di Jalur Puncak akan terjadi pada 13-15 April 2024. Polisi akan memberlakukan rekayasa lalu lintas baik sistem ganjil genap maupun one way di Jalur Puncak.
Baca juga: Cegah Macet Horor, Menhub Minta Pemudik Pulang Sebelum Puncak Arus Balik Lebaran
"Tentunya di pagi hari kita akan memberikan fasilitas oneway bagi masyarakt yang akan berwisata ke Puncak dan di sore hari kita akan memberikan fasilitas one way untuk kendaraan yang akan kembali. Kemudian kita akan menerapkan rekayasa ganjil genap untuk membatasi kapasitas kendaraan yang akan berwisata di kawasan Puncak," tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :