Tarif Tiket Bus saat Arus Mudik Lebaran di Malang Naik 100 Persen
Sabtu, 06 April 2024 - 09:02 WIB
“Ya nggak berani, naik cuma 10 ribu saja. Itu sampai tanggal 17 nanti. (Kalau dinaikkan mahal-mahal) Takut nggak ada penumpang, ini saja menurun karena mudik gratis," ungkap kondektur bus jurusan Malang - Blitar, dari PO Bagong ini.
Kenaikan harga tiket bus juga terjadi di bus AKAP jurusan Malang - Jakarta. Tetapi kenaikan tarif bus ini hanya naik Rp 50 ribu, dari harga Rp 420 ribu untuk kelas eksekutif, sebagaimana disampaikan M. Sholeh, sopir bus AKAP PO Agra Mas.
Baca Juga: Menhub Pastikan Kelancaran Angkutan Kereta Lebaran 2024
”Cuma naik 50 ribu, normalnya 420 (ribu), kalau tahun lalu sudah naik 100 persen. Tapi ini karena sepi nggak berani naikkan tinggi-tinggi, takut nggak ada penumpang,” kata Sholeh.
Menurutnya, kenaikan tertinggi justru terjadi ketika masa arus balik lebaran nanti pada tanggal 14 - 15 April 2024 mendatang, yang mencapai 100 persen. Momen itu disebutnya, dimanfaatkan oleh pengelola bus reguler AKAP untuk meraup keuntungan saat masa lebaran.
”Naik jadi 760 (ribu) dari 420 (ribu) dari sini (Malang ke Jakarta) untuk arus baliknya. Naiknya tanggal 14 - 15 (April) puncak baliknya. Banyak yang menghindari tarif itu, ya akhirnya milih tanggal 13 (April), yang masih tarif normal,” jelasnya.
Meski diprediksi antara tanggal 14 - 17 April 2024 mendatang bakal menjadi puncak arus balik, tapi diakui Sholeh okupansi pemesanan tiket belum penuh. Fenomena ini diakui berbeda dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya.
Kenaikan harga tiket bus juga terjadi di bus AKAP jurusan Malang - Jakarta. Tetapi kenaikan tarif bus ini hanya naik Rp 50 ribu, dari harga Rp 420 ribu untuk kelas eksekutif, sebagaimana disampaikan M. Sholeh, sopir bus AKAP PO Agra Mas.
Baca Juga: Menhub Pastikan Kelancaran Angkutan Kereta Lebaran 2024
”Cuma naik 50 ribu, normalnya 420 (ribu), kalau tahun lalu sudah naik 100 persen. Tapi ini karena sepi nggak berani naikkan tinggi-tinggi, takut nggak ada penumpang,” kata Sholeh.
Menurutnya, kenaikan tertinggi justru terjadi ketika masa arus balik lebaran nanti pada tanggal 14 - 15 April 2024 mendatang, yang mencapai 100 persen. Momen itu disebutnya, dimanfaatkan oleh pengelola bus reguler AKAP untuk meraup keuntungan saat masa lebaran.
”Naik jadi 760 (ribu) dari 420 (ribu) dari sini (Malang ke Jakarta) untuk arus baliknya. Naiknya tanggal 14 - 15 (April) puncak baliknya. Banyak yang menghindari tarif itu, ya akhirnya milih tanggal 13 (April), yang masih tarif normal,” jelasnya.
Meski diprediksi antara tanggal 14 - 17 April 2024 mendatang bakal menjadi puncak arus balik, tapi diakui Sholeh okupansi pemesanan tiket belum penuh. Fenomena ini diakui berbeda dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya.
Lihat Juga :