Wujudkan Indonesia Emas 2045, Generasi Muda Diminta Berpikir Kritis
Sabtu, 30 Maret 2024 - 13:19 WIB
Peserta pesantren kilat Baznas yang umumnya diikuti anak muda diminta untuk berpikir kritis. Foto/MPI
JAKARTA - Peserta pesantren kilat yang umumnya diikuti anak muda diminta untuk berpikir kritis. Hal ini diperlukan guna mencetak pemimpin menuju Indonesia Emas 2045.
"Apa yang kita perlukan? Kritis, jangan telan mentah-mentah apa yang kalian konsumsi terutama di dunia Maya. Kalian harus bisa membedakan mana yang fakta dan dusta,"kata tokoh wanita Indonesia sekaligus jurnalis senior Najwa Shihab saat memberikan materi dalam kegiatan pesantren kilat Ramadan 1445 H bertajuk "Ekspedisi Ramadhan Penuh Inspirasi (Ekspresi)" di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Jumat, 29 Maret 2024.
Dia menjelaskan, setidaknya ada beberapa ciri-ciri orang kritis. Salah satunya berani mengubah pendirian jika menemukan fakta yang ada. "Justru orang kritis punya kerendahan hati mengakui kalau dia salah dan keliru. Sebab untuk kritis butuh usaha dan upaya karena otak kita mudah menerima apa saja,"ucapnya.
Baca juga: Momen Ratusan Siswa Rasakan Pesantren Kilat di KRI Semarang-594
"Apa yang kita perlukan? Kritis, jangan telan mentah-mentah apa yang kalian konsumsi terutama di dunia Maya. Kalian harus bisa membedakan mana yang fakta dan dusta,"kata tokoh wanita Indonesia sekaligus jurnalis senior Najwa Shihab saat memberikan materi dalam kegiatan pesantren kilat Ramadan 1445 H bertajuk "Ekspedisi Ramadhan Penuh Inspirasi (Ekspresi)" di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Jumat, 29 Maret 2024.
Dia menjelaskan, setidaknya ada beberapa ciri-ciri orang kritis. Salah satunya berani mengubah pendirian jika menemukan fakta yang ada. "Justru orang kritis punya kerendahan hati mengakui kalau dia salah dan keliru. Sebab untuk kritis butuh usaha dan upaya karena otak kita mudah menerima apa saja,"ucapnya.
Baca juga: Momen Ratusan Siswa Rasakan Pesantren Kilat di KRI Semarang-594
Lihat Juga :