Tali Terikat Jadi Kunci Penyidikan Kasus Sekeluarga Lompat dari Apartemen Penjaringan
Selasa, 19 Maret 2024 - 00:06 WIB
"Kemudian kita telusuri mulai dari hotel sebelum dia melakukan itu sebelum peristiwa terjadi, itu juga tidak meninggalkan apa pun. Itu terakhir dia pakai Grab bahkan komunikasi terakhir dengan Grab sangat natural. Tidak ada kecemasan. Tinggal di apartemen selama 1 malam," ungkapnya.
Namun, aksi lompat dari apartemen dengan tangan terikat satu keluarga merupakan hal yang tidak lazim di Indonesia.
"Kalau dikatakan lazim (bunuh diri dari ketinggian satu keluarga dengan tangan terikat berpasangan), saya tidak tahu. Tapi, jangan dilazimkan. Penggunaan tali menjadi kunci penyidikan. Siapa saja DNA yang ada di tali tersebut. Sifat olah TKP ulang untuk penguatan. Tiga kali olah TKP, itu terakhir untuk penguatan pemeriksaan DNA," kata Gidion.
Diketahui, 4 orang yang masih satu keluarga melompat dari lantai 22 apartemen di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (9/3/2024). Tubuh mereka terjatuh di lobby area parkir mobil Tower Topaz apartemen.
Empat orang tewas yakni dua laki-laki berinisial EA (50) dan JWA (13). Kemudian, dua perempuan berinisial AIL (52) dan JL (15).
Namun, aksi lompat dari apartemen dengan tangan terikat satu keluarga merupakan hal yang tidak lazim di Indonesia.
"Kalau dikatakan lazim (bunuh diri dari ketinggian satu keluarga dengan tangan terikat berpasangan), saya tidak tahu. Tapi, jangan dilazimkan. Penggunaan tali menjadi kunci penyidikan. Siapa saja DNA yang ada di tali tersebut. Sifat olah TKP ulang untuk penguatan. Tiga kali olah TKP, itu terakhir untuk penguatan pemeriksaan DNA," kata Gidion.
Diketahui, 4 orang yang masih satu keluarga melompat dari lantai 22 apartemen di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (9/3/2024). Tubuh mereka terjatuh di lobby area parkir mobil Tower Topaz apartemen.
Empat orang tewas yakni dua laki-laki berinisial EA (50) dan JWA (13). Kemudian, dua perempuan berinisial AIL (52) dan JL (15).
(jon)
Lihat Juga :