Kisah Raden Wijaya dan Tentara Tartar Lumpuhkan Kerajaan Kediri dalam 20 Hari
Kamis, 14 Maret 2024 - 07:34 WIB
Peperangan besar baru terjadi pada hari ke-15 atau 20 Maret 1293 menurut berita China, bila dihitung semenjak pasukan Mongol mendarat dan membangun kekuatan di muara Kali Mas.
Dimana bala tentara gabungan Mongol dengan Raden Wijaya berhasil mendesak dan mengalahkan pasukan Kadiri atau Kediri yang menyongsong mereka.
Kekalahan ini menyebabkan sisa pasukan kembali melarikan diri untuk berkumpul di Daha, ibu kota Kadiri. Pasukan Ike Mese, Kau Hsing, dan Raden Wijaya melakukan pengejaran dan berhasil memasuki Daha beberapa hari kemudian.
Pada hari ke-19 terjadi peperangan yang sangat menentukan bagi Kerajaan Kadiri.Berkekuatan sekitar 10.000 pasukan Kediri berusaha mempertahankan istana kerajaan di bawah Jayakatwang sang penguasanya.
Baca Juga: Kisah Karamah Sunan Kalijaga, Bisa Mengubah Beras Jadi Pasir
Usaha pertempuran ini mulai dari pagi hingga siang hari ini tergolong sengit. Peperangan sengit ini diakui sedikit tak seimbang. Dalam peperangan ini dikatakan bahwa pasukan Mongol menggunakan meriam yang masih tergolong langka di dunia pada zaman itu.
Dimana bala tentara gabungan Mongol dengan Raden Wijaya berhasil mendesak dan mengalahkan pasukan Kadiri atau Kediri yang menyongsong mereka.
Kekalahan ini menyebabkan sisa pasukan kembali melarikan diri untuk berkumpul di Daha, ibu kota Kadiri. Pasukan Ike Mese, Kau Hsing, dan Raden Wijaya melakukan pengejaran dan berhasil memasuki Daha beberapa hari kemudian.
Pada hari ke-19 terjadi peperangan yang sangat menentukan bagi Kerajaan Kadiri.Berkekuatan sekitar 10.000 pasukan Kediri berusaha mempertahankan istana kerajaan di bawah Jayakatwang sang penguasanya.
Baca Juga: Kisah Karamah Sunan Kalijaga, Bisa Mengubah Beras Jadi Pasir
Usaha pertempuran ini mulai dari pagi hingga siang hari ini tergolong sengit. Peperangan sengit ini diakui sedikit tak seimbang. Dalam peperangan ini dikatakan bahwa pasukan Mongol menggunakan meriam yang masih tergolong langka di dunia pada zaman itu.
Lihat Juga :