BRIN Sebut Bencana Puting Beliung di Rancaekek Disebabkan Pemanasan Global

Jum'at, 23 Februari 2024 - 09:11 WIB
Profesor Eddy menjelaskan bahwa suhu panas yang tinggi menyebabkan kumpulan uap air dari selatan dan barat Samudera Hindia masuk ke wilayah Rancaekek, membentuk pusaran yang menyebabkan puting beliung.

Dia menekankan bahwa fenomena ini masih dikategorikan sebagai angin puting beliung dan bukan bencana angin tornado.

Dia juga menyebutkan tanda-tanda seperti cuaca ekstrem tiga hari sebelumnya, termasuk panas tinggi di siang hari dan cuaca dingin di malam hari, serta perubahan langit dari cerah menjadi gelap.

”Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap cuaca ekstrim yang melanda Indonesia, mengingat kita saat ini memasuki puncak musim hujan hingga akhir bulan Maret mendatang,” ujar Profesor Eddy.

Baca Juga: 8 Tornado Dahsyat Paling Mematikan, Indonesia Pertama Kali Terjadi di Rancaekek

Untuk diketahui, fenomena puting beliung tersebut terjadi pada Rabu (21/2) tepatnya di wilayah Rancaekek Bandung terjadi sekitar pukul 15.30 - 16.00 WIB, menimbulkan ikutan dampak angin kencang hingga sekitar wilayah Jatinangor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!