Marak Pernikahan Dini di Lubuklinggau, Penyebabnya Bikin Miris
Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:35 WIB
Sekitar 297 remaja di Lubuklinggau, Sumatera Selatan melakukan pernikahan dini. Ilustrasi/SINDOnews
LUBUKLINGGAU - Sekitar 297 remaja di Lubuklinggau, Sumatera Selatan melakukan pernikahan dini . Mirisnya, mayoritas dari mereka mangajukan permohonan dispensasi pernikahan dini akibat pergaulan bebas yang menyebabkan hamil di luar nikah atau married by accident (MBA).
Panitera Pengadilan Agama Kelas I B Lubuklinggau, Yuli Suryadi mengatakan dari 297 permohonan dispensasi nikah ini didominasi oleh warga Kota Lubuklinggau.
"Untuk pastinya saya belum tau, tapi saya kira dari tiga wilayah Lubuklinggau Mura dan Muratara paling banyak berasal dari Lubuklinggau karena status kota besar," kata Yuli
Yuli juga mengungkapkan bahwa masalah peningkatan jumlah pemohon dispensasi nikah juga disebabkan berbagai sebab. Salah satunya faktor pengaruh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi.
Kondisi ini membuat remaja semakin mudah mengakses hal-hal yang berbau porno dan lain-lainnya, yang berpengaruh pada tindakan asusila.
"Hal ini mendorong kalangan remaja untuk semakin berani dan mudah tergoda dengan hal-hal yang berbau seksual. Terlebih mereka yang masuk usia remaja kerap kali ingin mencoba hal-hal baru," paparnya.
Panitera Pengadilan Agama Kelas I B Lubuklinggau, Yuli Suryadi mengatakan dari 297 permohonan dispensasi nikah ini didominasi oleh warga Kota Lubuklinggau.
"Untuk pastinya saya belum tau, tapi saya kira dari tiga wilayah Lubuklinggau Mura dan Muratara paling banyak berasal dari Lubuklinggau karena status kota besar," kata Yuli
Yuli juga mengungkapkan bahwa masalah peningkatan jumlah pemohon dispensasi nikah juga disebabkan berbagai sebab. Salah satunya faktor pengaruh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi.
Kondisi ini membuat remaja semakin mudah mengakses hal-hal yang berbau porno dan lain-lainnya, yang berpengaruh pada tindakan asusila.
"Hal ini mendorong kalangan remaja untuk semakin berani dan mudah tergoda dengan hal-hal yang berbau seksual. Terlebih mereka yang masuk usia remaja kerap kali ingin mencoba hal-hal baru," paparnya.
Lihat Juga :