RS Siloam Denpasar Gelar Webinar Mengatasi Demam Anak Saat Pandemi
Rabu, 12 Agustus 2020 - 21:57 WIB
dokter spesialis anak Hospitals Denpasar, dr I Gusti Ngurah Twi Adyana SpA. Foto/Ist
DENPASAR - Demam merupakan reaksi pada tubuh ketika virus , bakteri dan hal asing lainnya masuk kedalam tubuh. Reaksi umumnya diketahui melalui perbedaan suhu tubuh dan daya tahan tubuh atau sistem imun .
Pada anak, biasanya demam, batuk atau pilek dirisaukan oleh para orangtua, namun umumnya demam pada anak tidak disebabkan oleh hal yang berbahaya, bahkan demam merupakan pertanda baik bagi orangtua, bahwa ada tanda reaksi pertahanan tubuh pada anak yang terserang penyakit atau tumbuh fisik hingga menimbulkan demam. (Baca juga: Kemenkes: Daun Kelor Tingkatkan Daya Tahan Tubuh di Masa Pandemi )
Jika demam pada orang dewasa terjadi saat suhu tubuh mencapai 38-39 derajat celcius, demam pada bayi dan anak-anak terjadi saat suhu tubuh mencapai 37 derajat celcius hingga lebih. Hal ini disebabkan oleh perbedaan suhu tubuh dan daya tahan antara orang dewasa dengan bayi atau anak-anak. (Baca juga: Vaksin Influenza Efektif Mencegah Infeksi dan Komplikasi Virus Influenza )
Melalui webinar kesehatan, dokter spesialis anak dari Siloam Hospitals Denpasar, dr I Gusti Ngurah Twi Adyana SpA menyatakan, hal mendasar dari demam adalah ketika terjadi demam harus diukur dengan termometer dan tidak boleh mengandalkan perabaan atau perasaan orang tua. Lantas, bagaimana mengatasi demam pada anak dimasa Pandemi COVID-19.
Dokter spesialis anak dari Siloam Hospitals Denpasar, dr I Gusti Ngurah Twi Adnyana SpA mengingatkan penyebab demam ini bisa bermacam-macam, meskipun di dalam periode Pandemi COVID-19.
Selain reaksi tubuh dari timbulnya infeksi atau gejala penyakit, demam bisa berarti masa pertumbuhan organ bagi sang buah hati. "Intinya adalah jangan khawatir, hadapi demam pada anak dengan penanganan mandiri serta perhatikan gejala awal yang menyertai kehadiran demam pada tubuh anak," kata dr I Gusti Ngurah Twi Adnyana SpA, pada Webinar Kesehatan bertajuk "Mengatasi Demam Pada Anak Di Era Pandemi Covid-19", Rabu, (12/08/2020) yang digelar manajemen Siloam Hospitals Denpasar. Seminar diikuti puluhan peserta dari keluarga pasien anak di rumah sakit tersebut.
Pada anak, biasanya demam, batuk atau pilek dirisaukan oleh para orangtua, namun umumnya demam pada anak tidak disebabkan oleh hal yang berbahaya, bahkan demam merupakan pertanda baik bagi orangtua, bahwa ada tanda reaksi pertahanan tubuh pada anak yang terserang penyakit atau tumbuh fisik hingga menimbulkan demam. (Baca juga: Kemenkes: Daun Kelor Tingkatkan Daya Tahan Tubuh di Masa Pandemi )
Jika demam pada orang dewasa terjadi saat suhu tubuh mencapai 38-39 derajat celcius, demam pada bayi dan anak-anak terjadi saat suhu tubuh mencapai 37 derajat celcius hingga lebih. Hal ini disebabkan oleh perbedaan suhu tubuh dan daya tahan antara orang dewasa dengan bayi atau anak-anak. (Baca juga: Vaksin Influenza Efektif Mencegah Infeksi dan Komplikasi Virus Influenza )
Melalui webinar kesehatan, dokter spesialis anak dari Siloam Hospitals Denpasar, dr I Gusti Ngurah Twi Adyana SpA menyatakan, hal mendasar dari demam adalah ketika terjadi demam harus diukur dengan termometer dan tidak boleh mengandalkan perabaan atau perasaan orang tua. Lantas, bagaimana mengatasi demam pada anak dimasa Pandemi COVID-19.
Dokter spesialis anak dari Siloam Hospitals Denpasar, dr I Gusti Ngurah Twi Adnyana SpA mengingatkan penyebab demam ini bisa bermacam-macam, meskipun di dalam periode Pandemi COVID-19.
Selain reaksi tubuh dari timbulnya infeksi atau gejala penyakit, demam bisa berarti masa pertumbuhan organ bagi sang buah hati. "Intinya adalah jangan khawatir, hadapi demam pada anak dengan penanganan mandiri serta perhatikan gejala awal yang menyertai kehadiran demam pada tubuh anak," kata dr I Gusti Ngurah Twi Adnyana SpA, pada Webinar Kesehatan bertajuk "Mengatasi Demam Pada Anak Di Era Pandemi Covid-19", Rabu, (12/08/2020) yang digelar manajemen Siloam Hospitals Denpasar. Seminar diikuti puluhan peserta dari keluarga pasien anak di rumah sakit tersebut.
Lihat Juga :