Kasus Ibu-Anak Meninggal Perpanjang Catatan Buruk RSUD Bulukumba

Rabu, 12 Agustus 2020 - 21:16 WIB
Kasus lain terjadi pada awal tahun 2020, tepatnya bulan Februari. Saat itu salah seorang dokter RSUD Bulukumba bernama Junaid, membatalkan proses operasi terhadap pasien di tengah jalan. Padahal, leher sang pasien bernama Dume saat itu, sudah dalam kondisi dibedah.

Baca juga: Rekening Escrow Milik RSUD Bulukumba Dianggap Melanggar Peraturan

"Pemerintah daerah harusnya lebih tegas terhadap para pelayan di rumah sakit untuk memberikan pelayanan maksimal kepada warga atau pasien," pinta Jafar.

Menurut Jafar, organisasi profesi kesehatan harus melakukan pembinaan kepada para anggotanya. Terutama dalam hal pelayanan kepada pasien.

"Kejadian yang hampir sama terus berulang ini menandakan lemahnya pengawasan dan pembinaan di RSUD Bulukumba," tegasnya menyayangkan.

Adapun beberapa kejadian tersebut, belakangan memang telah dibantah oleh pihak rumah sakit sebagai bentuk kelalaian dan buruknya pelayanan. Seperti soal bayi yang meninggal karena kesalahan diagnosa golongan darah. Humas RSUD Bulukumba, Gumala Rubiah saat itu tegas mengatakan kematian bayi bukan karena kesalahan diagnosa.

Akan tetapi karena gangguan pernapasan sejak lahir atau respiratory distress newborn. Bayi tersebut juga kata dia, mengalami komplikasi lain, seperti prematur, berat badan lahir rendah, kelainan pertumbuhan kongenital, anemia dan infeksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!