Sejarah Kerajaan Sriwijaya, Pusat Peradaban Pengembangan Agama Hindu dan Buddha

Selasa, 09 Januari 2024 - 08:50 WIB
Kemudian dari tahun 1011 hingga 1023 seorang biksu dari Tibet bernama Atisa datang ke Suwarnadwipa untuk belajar agama kepada Dharmakrti.

Dikutip dari “Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno”, Kerajaan Sriwijaya ternyata tidak hanya mengembangkan agama Buddha saja.

Sebab ada bukti yang menunjukkan perkembangan agama Hindu pada kira-kira abad VIII-IX M. Bukti tersebut adalah arca Ganesa batu berukuran besar yang ditemukan di Kota Palembang, Sumatera Selatan pada tahun 80-an.

Diperkirakan perkembangan agama Hindu ini masih berlanjut sampai kira-kira abad XI- XII M, seperti tampak pada situs Bumiayu, Kabupaten Muara Enim, yang memiliki sejumlah reruntuhan kompleks percandian.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Sriwijaya: Letak, Kejayaan, Keruntuhan, dan Peninggalan

Bahkan dari berita China kita memperoleh keterangan bahwa pada tahun 1003 raja Se-li-chu-la-wu-ni-fu-ma-tiau-hwa atau nama lain dari Sri Culamaniwarmadewa, mengirim dua utusan ke Cina untuk membawa upeti.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!