Puskesmas di Jateng Didorong Jadi Basis Pengamatan COVID-19

Selasa, 11 Agustus 2020 - 06:59 WIB
Belum optimalnya distribusi tes di setiap kabupaten/kota disebabkan oleh beberapa hal. Mulai dari beberapa reagen yang diberikan ternyata tidak kompatibel dengan alatnya. Terkait hal ini Ganjar sudah meminta Dinas Kesehatan dan Satgas COVID-19 untuk mencari alat yang kompatibel secepatnya.

"Ada banyak, yang alat habis pakai bermasalah. Kemarin ada bantuan ternyata tidak kompatibel. Sekarang musti fitting, sehingga ada bantuan peralatan habis pakai itu kira-kira ini pas tidak dengan mesinnya. Maka saya minta untuk identifikasi agar tidak terjadi false. Kalau terjadi false negatif bahaya, kalau false positif orangnya kaget," jelasnya.

(Baca juga: Anak-anak Papua Berjibaku Memadamkan Api di Hutan Lindung Wamena )

Pengoptimalan menjadi penting sehingga target 4.991 tes perhari dapat terdistribusi dengan baik dan juga bisa diketahui capaian masing-masing kabupaten/kota perharinya. Sementara itu untuk daerah yang belum optimal dalam distribusi testing dan tracing adalah Kabupaten Brebes. Menurutnya, distribusi tes di Kabupaten Brebes masih rendah.

"Ada, kemarin saya lihat Brebes. Brebes paling rendah. Makanya Brebes akan kita dampingi, akan kita bantu. Apa persoalannya agar nanti kita bisa serius untuk melakukan tracing sehingga kalau kita lihat Brebes itu kan penduduknya banyak. Maksud saya kalau penduduknya banyak (lakukan) seperti Kota Semarang yang paling agresif dan sudah terlampaui banyak sekali, itu jauh lebih baik," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!