Pemerintah Hingga LSM Diminta Kolaborasi Cegah Karhutlah
Senin, 10 Agustus 2020 - 21:53 WIB
Karhutbunlah di Ogan Ilir (Manggala Agni Daops Banyuasin) . Foto/SINDOnews/Melly Puspita
PALEMBANG - Memasuki pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau membuat berbagai pihak meminta pemerintah untuk mengantisipasi kebakaran hutan , kebun dan lahan (Karhutbunlah) sehingga tidak menyebabkan kabut asap seperti tahun-tahun belakangan.
Pemerintah, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) menyikapi serius hal tersebut. Menurut Kasubdit KLHK, Israr Albar pihaknya akan fokus pada pencegahan Karhutbunlah. (Baca juga: KLHK Latih Sejumlah Desa dalam Pengendalian Karhutla )
Selain itu, pencegahan Karhutbunlah juga akan melibatkan 5 stakeholder terkait yakni Pemerintah, pemegang izin atau korporasi, masyarakat, perguruan tinggi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). (Baca juga: Hadapi Musim Kemarau, Pembasahan Lahan Gambut Bakal Lebih Galak )
“Ada 3 kebijakan nasional dalam karhutbunla, yaitu pencegahan seperti patroli terpadu dan mandiri, penanggulangan serta penanggulangan pasca kebakaran,” kata Israr, Jumat (7/8/2020).
Pemerintah, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) menyikapi serius hal tersebut. Menurut Kasubdit KLHK, Israr Albar pihaknya akan fokus pada pencegahan Karhutbunlah. (Baca juga: KLHK Latih Sejumlah Desa dalam Pengendalian Karhutla )
Selain itu, pencegahan Karhutbunlah juga akan melibatkan 5 stakeholder terkait yakni Pemerintah, pemegang izin atau korporasi, masyarakat, perguruan tinggi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). (Baca juga: Hadapi Musim Kemarau, Pembasahan Lahan Gambut Bakal Lebih Galak )
“Ada 3 kebijakan nasional dalam karhutbunla, yaitu pencegahan seperti patroli terpadu dan mandiri, penanggulangan serta penanggulangan pasca kebakaran,” kata Israr, Jumat (7/8/2020).