Peran Aktif Kelurahan Diharap Bisa Cegah Pernikahan Dini
Senin, 10 Agustus 2020 - 19:29 WIB
"Paling tidak kelurahan yang paling dekat dengan masyarakat, mereka ini perlu memberikan pemahaman bahwa jangan terburu-buru membiarkan anaknya (menikah), ini harus digencarkan," katanya.
Wahid mengatakan, pernikahan dini dianggap masih cukup rentan pasalnya secara fisik dan psikologis mereka dianggap masih belum siap untuk membina keluarga. Hal ini dianggap berpotensi menjadi persoalan yang lambat laun akan menjadi masalah baru di kemudian hari.
"Ini justru rentan ada perceraian inilah yang perlu kita waspadai di masa depan, jangan sampai tidak sampai di sini, akan ada lagi masalah baru akibat lonjakan pernikahan dini ini, makanya butuh kesadaran juga dari orang tua karena ini berkaitan dengan kualitas hidup anak-anaknya," katanya.
Dirinya meminta agar seluruh pihak berperan aktif untuk mencegah hal ini terutama Kelurahan, RT dan RW dalam memberikan sosialisasi mereka.
Lebih jauh Wahid juga meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) untuk mengantisipasi lonjakan, utamanya saat pandemi COVID-19.
Wahid mengatakan, pernikahan dini dianggap masih cukup rentan pasalnya secara fisik dan psikologis mereka dianggap masih belum siap untuk membina keluarga. Hal ini dianggap berpotensi menjadi persoalan yang lambat laun akan menjadi masalah baru di kemudian hari.
"Ini justru rentan ada perceraian inilah yang perlu kita waspadai di masa depan, jangan sampai tidak sampai di sini, akan ada lagi masalah baru akibat lonjakan pernikahan dini ini, makanya butuh kesadaran juga dari orang tua karena ini berkaitan dengan kualitas hidup anak-anaknya," katanya.
Dirinya meminta agar seluruh pihak berperan aktif untuk mencegah hal ini terutama Kelurahan, RT dan RW dalam memberikan sosialisasi mereka.
Lebih jauh Wahid juga meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) untuk mengantisipasi lonjakan, utamanya saat pandemi COVID-19.
Lihat Juga :