Aksi Penyerangan di Pasar Kliwon Solo, Begini Cerita Keluarga Korban

Senin, 10 Agustus 2020 - 18:37 WIB
Namun tuan rumah meminta agar orang yang berteriak teriak terlebih dahulu membubarkan diri. "Kami sebenarnya bersedia untuk meninggalkan lokasi karena ada acara berikutnya. Yakni panggil makan malam kepada keluarga pihak laki laki yang berasal dari luar kota,” urainya. (Baca juga: 2 Pelaku Penyerangan di Pasar Kliwon Solo Ditangkap Polisi)



Pada tahun 2018, juga terjadi peristiwa yang nyaris sama. “Terjadi persekusi dalam jarak sekitar radius 300 meter dari rumah. Anak anak, perempuan, laki laki, mendapat intimidasi fisik, verbal, ancaman. Itu memberikan trauma yang cukup berat bagi perempuan dan anak anak,” ucapnya.

Bahkan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk recovery. Lebih jauh diungkapkannya, permintaan agar massa yang di luar untuk membubarkan diri terlebih dahulu tidak diterima. Mereka tetap meminta agar yang di dalam untuk keluar. Pihaknya sempat keberatan karena di ujung gang jumlah massa begitu banyak. Sehingga, pihaknya merasa tidak memungkinkan bisa keluar dengan aman. Ketika keluar, mobil dan sepeda motor pertama hanya mendapatkan intimadasi verbal. “Itu mobil yang diparkir di luar, bukan yang diparkir di area gang,” bebernya.

Ketika mobil yang ada di dalam gang mulai keluar, yakni CRV hitam, massa yang tadinya berjarak kemudian merangsek maju dan melakukan pemukulan, menendang dan pecah kaca. Sehingga kembali ke dalam sembari meminta pertimbangan dari Kapolresta Solo. “Beberapa saat lengang di ujung gang, baru kemudian 3 mobil keluar bersamaan dengan dua sepeda motor yang dikendarai oleh paman kami. Pak Umar dan Pak Husein. Pak Umar berbocengan dengan Hadi, anaknya yang berusia 15 tahun,” lanjutnya.

Sepeda motor mengikuti iring iringan mobil yang hendak berjalan keluar. Namun ketika setiap mobil mulai jalan, kemudian ditendang, dipukul dan dipecah kacanya. “Mobilnya Picanto, CRV putih, dan mobil Xenia. Pak Husein yang keluar dulu dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax, di ujung gang tidak terjadi apa apa. Tetapi ketika belok ke arah utara sekitar 10 meter, orang yang ada di pinggir merangsek maju dan melakukan pemukulan,” tandasnya.

Husein sempat terjatuh dan berdiri kembali berusaha untuk jalan. Namun ada orang yang menghantam kepalanya dengan batu seukuran sekitar 20 centimeter. Hantaman batu mengenai kepala dan meleset hingga ke dasbor motor. “Kena hantaman itu, Pak Husein jatuh dan tidak bisa berdiri kembali,” paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!