Asal-usul dan Sejarah Kapal Pinisi, Warisan Nenek Moyang Menjelajah Nusantara

Kamis, 07 Desember 2023 - 22:21 WIB
Hingga saat ini, kapal pinisi masih diproduksi secara tradisional di Indonesia, tepatnya di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan dan berada di tiga desa, yakni Desa Tana Beru, Bira dan Batu Licin.

Pada Desember 2017, UNESCO mengakui kapal layar kerajinan tangan Sulawesi Selatan sebagai 'Warisan Budaya Tak Benda'.

Kapal pinisi bukan hanya alat transportasi, tetapi juga sebuah simbol keberanian, ketahanan, dan kearifan lokal. Setiap bagian dari kapal ini memiliki cerita tersendiri, dari pemilihan kayu yang tepat hingga tiap ukiran yang menghiasi lambungnya.

Kapal pinisi tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga warisan budaya dunia yang patut dijaga, dihargai, dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

Dengan setiap layar yang dikembangkan dan tiap kisah yang terus diturunkan, kapal pinisi tetap menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang peradaban maritim Indonesia.

Sebagai ikon yang mengangkat kejayaan masa lalu dan keindahan seni rupa tradisional, kapal pinisi tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas maritim Indonesia yang kaya akan keberagaman, keindahan, dan kearifan lokal.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!