Dampak Corona, Omzet Pedagang Pasar Tradisional di Sleman Turun 30%
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 17:17 WIB
Wabup Sleman Sri Muslimatun saat membagikan masker kepada pedagang pasar Tanjung, Berbah, Sleman, Jumat (7/8/2020). Foto/SINDOnews/Priyo Set
SLEMAN - Pandemi Corona bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga berimbas pada dunia perdagangan di Sleman, Jateng. Wabah COVID-19 membuat omzet pedagang rata-rata turun hingga 30%.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan, secara umum sampai semester dua untuk pertumbuhan ekonomi di Sleman belum turun. Namun, untuk omzet pedagang turun 30%-40%, bahkan ada yang sampai 75%.
“Jika keadaan seperti ini terus, dipastikan pertumbuhan ekonomi juga akan turun,” kata Muslimatun saat membagikan masker di Pasar Tanjung, Berbah, Sleman, Jumat (7/8/2020).
Menurut Muslimatun, agar pereknomian tetap stabil harus terus menjaga semua sektor, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, budaya, hukum dan pangan sehingga ketahannya terkendali.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan, secara umum sampai semester dua untuk pertumbuhan ekonomi di Sleman belum turun. Namun, untuk omzet pedagang turun 30%-40%, bahkan ada yang sampai 75%.
“Jika keadaan seperti ini terus, dipastikan pertumbuhan ekonomi juga akan turun,” kata Muslimatun saat membagikan masker di Pasar Tanjung, Berbah, Sleman, Jumat (7/8/2020).
Menurut Muslimatun, agar pereknomian tetap stabil harus terus menjaga semua sektor, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, budaya, hukum dan pangan sehingga ketahannya terkendali.
Lihat Juga :