Bioteknologi Dunia Pangan Jadi Solusi Pertanian Indonesia

Jum'at, 24 November 2023 - 14:13 WIB
“Benih tersebut sampai akhinya dinyatakan layak dan bisa diproduksi massal, kemudian bisa dikonsumsi sebagai bahan pangan dan pakan,” kata dia.

Country Director USSEC (U.S Soybean Export Council) Indonesia Ibnu Wiyono, memaparkan bahwa Amerika Serikat jadi salah satu megara yang dengan ketat menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan.

Baca Juga: Belasan Ahli Asal Indonesia Dinilai Mampu dalam Penelitian Bioteknologi

Hasilnya kedelai AS mendapatkan sertifikasi ‘Sustainable US SOY (SUSS logo)’ karena dianggap sebagai pertanian kedelai yang menghasilkan emisi karbon paling rendah dibandingkan kedelai yang diproduksi negara produsen utama lainnya seperti Brazil dan Argentina.

“SUSS logo merupakan eco-label atau sertifikasi ramah lingkungan yang disematkan pada kemasan pangan yang menggunakan kedelai Amerika sebagai bahan baku utamanya,” kata Ibnu dalam diskusi tersebut.

Menurut dia, produk pangan olahan kedelai yang menggunakan SUSS logo dapat lebih dihargai oleh konsumen lokal dan luar negeri karena diproduksi dengan memperhatikan aspek-aspek keberlanjutan.

Sebagai penghasil kedelai terbesar di dunia, praktik pertanian kedelai berkelanjutan di Amerika telah membantu petani menaikkan produksi kedelai hingga 130% selama kurun waktu 40 tahun.

“Pertanian kedelai di Amerika menggunakan lebih sedikit input dan dampak lingkungan yang sejalan dengan indikator Sustainable Development,” ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!