Orasi Kebangsaan di Sumenep, Mahfud MD Ajak Warga Madura Gelar Pemilu Bermartabat
Minggu, 19 November 2023 - 12:40 WIB
Mahfud juga menyanyikan sejumlah lagu Madura sepeti Tanduk Majheng Ngapoteh dan Pajjar Laggu. ”Terbukti saya orang Madura, bicara Madura lancar, bisa lagu Madura, dan orang Madura suka shalawatan,” kata Mahfud disambut riuh tepuk tangan hadiri.
Dalam orasi kebangsaannya, agar bangsa ini selamat, tantangan yang ada harus dihadapi dengan gotong royong. Perang dan kondisi geopolitik global menjadi ancaman perekonomian. Belum lagi ancaman bencana alam.
Bangsa Indonesia, orang Madura, punya tanggung jawab untuk menjemput sejarah menyelamatkan Indonesia.Indonesia, kata Mahfud, diancam oleh perpecahan dan kemunduran. Terutama oleh banyaknya praktik korupsi.
Melihat ke arah manapun, udara, laut, hutan, rumah sakit, kesehatan, pendidikan, ada korupsi. Sementara penegakan hukum masih lemah. Harus ada langkah yang sistematis mencegah dan memberantas korupsi.
Baca Juga: Soal Pasangan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024, Ini Kata Jenderal Ricky Wakano
Diingatkan, hancurnya bangsa dan negara yang kuat di masa lalu, karena hukum tidak ditegakkan. Kalau ada orang kuat salah, hukum tidak bisa ditegakkan. Kalau ada orang kecil yang salah, ditangkap, diadili di tengah jalan.
Dalam orasi kebangsaannya, agar bangsa ini selamat, tantangan yang ada harus dihadapi dengan gotong royong. Perang dan kondisi geopolitik global menjadi ancaman perekonomian. Belum lagi ancaman bencana alam.
Bangsa Indonesia, orang Madura, punya tanggung jawab untuk menjemput sejarah menyelamatkan Indonesia.Indonesia, kata Mahfud, diancam oleh perpecahan dan kemunduran. Terutama oleh banyaknya praktik korupsi.
Melihat ke arah manapun, udara, laut, hutan, rumah sakit, kesehatan, pendidikan, ada korupsi. Sementara penegakan hukum masih lemah. Harus ada langkah yang sistematis mencegah dan memberantas korupsi.
Baca Juga: Soal Pasangan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024, Ini Kata Jenderal Ricky Wakano
Diingatkan, hancurnya bangsa dan negara yang kuat di masa lalu, karena hukum tidak ditegakkan. Kalau ada orang kuat salah, hukum tidak bisa ditegakkan. Kalau ada orang kecil yang salah, ditangkap, diadili di tengah jalan.
Lihat Juga :