Dilepas di Balairung, Rektor UGM: Cornelis Lay Nasionalis Murah Senyum

Kamis, 06 Agustus 2020 - 19:01 WIB
Selain itu, Cony panggilan Cornelis Lay dalam pidato tersebut berpesan agar seorang intelektual harus menyampaikan semua kebenaran yang diketahuinya dan tidak bersembunyi pada kebohongan. "Pesan beliau, dosa terbesar kaum intelektual terletak pada kebohongan dalam mengungkapkan kebenaran yang diketahuinya," jelasnya.

Panut mengaku mengenal almarhum sebagai sosok nasionalis sejati dan pria yang selalu tampil ramah dan murah senyum. "Saya mengenal beliau sebagai sosok nasionalis, hangat, ramah, mengayomi dan memiliki kepedulian orang di sekitarnya," terangnya. Karena itu, UGM sangat kehilangan dan berduka cita atas wafatnya Cornelis Lay.

Sementara Prof Pratikno mengatakan kepergian Cony, bukan hanya kehilangan bagi dunia akademik di kampus namun juga dari dunia politik di Indonesia. "Tidak semua orang bersahabat dengan dia dari sisi politik. Pasti banyak pesaing dan lawan politik. Tapi saya yakin ia dianggap sebagai seorang pejuang dalam dunia politik,” paparnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!