Pola Serangan Terorisme berubah, BNPT Minta Mahasiswa Unnes Waspada

Jum'at, 10 November 2023 - 06:03 WIB
“Bahkan mereka ini juga menggunakan tempat-tempat ibadah untuk menyampaikan, atau disampaikan oleh orang-orang yang sepertinya memahami masalah keagamaan atau menggunakan jubah keagamaan. Untuk itu saya minta hati-hati kepada para mahasiswa semuanya,” ujar mantan Kalemdiklat Polri ini

Rycko menambahkan, di bawah sel permukaan kelompok ini mulai memperkuat dengan melakukan proses rekrutmen dengan radikalisasi. Modusnya dengan mengumpulkan berbagai bantuan bantuan keuangan atau donasi, tromol atau menyaru dengan menggunakan kotak amal.

Baca juga: Saat Terorisme Bersemayam di Sekolah

Bahkan sekarang sudah menggunakan sistem online atau yang menggunakan barcode.

“Siber patrol juga dilaksanakan, tapi masalahnya ini sudah tersebar dari WA, Telegram, Facebook. Nggak taunya tidak jelas malah untuk pendanaan terorisme. Hati-hati,” ujarnya.

Selain itu sel-sel teroris ini juga berupaya masuk seperti ingin membuat partai politik. Dari strategi menggunakan peluru, bullet, sekarang menggunakan bailout atau menggunakan kotak suara. BNPT sudah menghentikan di mana ada calon partai yang isinya mengusung ideologi kekerasan.

“Kalau sudah bisa masuk dan memiliki partai, apalagi bisa masuk ke DPR di Senayan atau di daerah nantinya mereka bisa merumuskan aturan yang sangat bertentangan dengan kehidupan kita sebagai suatu bangsa yang dibangun dari berbagai macam perbedaan yang ada. Tentunya ini harus hati-hati betul, karena kalau tidak ini bisa akan menimbulkan suatu perpecahan di Indonesia yang kita cintai ini,” kata mantan Gubernur Akpol ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!