Pola Serangan Terorisme berubah, BNPT Minta Mahasiswa Unnes Waspada
Jum'at, 10 November 2023 - 06:03 WIB
Kepala BNPT, Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memberi Kuliah Umum di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Semarang, Jawa Tengah. Foto/Ist
SEMARANG - Pola serangan terorisme saat ini sudah berubah. Penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2018-2023 pola serangan terorisme secara terbuka telah menurun hingga 89%.
Di atas permukaan mereka tidak lagi melakukan serangan-serangan teror, mereka sudah merubah polanya dari hard approach menjadi soft approach atau di bawah tangan.
Baca juga: 104 Pelaku Terorisme Ditangkap Densus 88 pada Januari-Oktober 2023
“Di bawah tangan ini atau di ruang gelap (online) mereka melakukan sesuatu mereka melakukan kegiatan yang terencana dan sistematis dan juga masif. Untuk apa? Tentunya untuk melakukan penguatan sel-sel, melakukan proses rekrutmen melalui proses radikalisasi kepada kalangan para mahasiswa, kepada para remaja, anak-anak dan perempuan,” ujar Kepala BNPT, Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memberi Kuliah Umum di Universitas Negeri Semarang (Unnes), dikutip Jumat (10/11/2023).
Kelompok radikal terorisme ini telah memperkenalkan dan menggunakan simbol-simbol agama dengan masuk ke rohis, tempat ibadah, ta’lim untuk memperkenalkan ideologi dengan menggunakan atribut atau simbol-simbol agama utamanya agama Islam.
Di atas permukaan mereka tidak lagi melakukan serangan-serangan teror, mereka sudah merubah polanya dari hard approach menjadi soft approach atau di bawah tangan.
Baca juga: 104 Pelaku Terorisme Ditangkap Densus 88 pada Januari-Oktober 2023
“Di bawah tangan ini atau di ruang gelap (online) mereka melakukan sesuatu mereka melakukan kegiatan yang terencana dan sistematis dan juga masif. Untuk apa? Tentunya untuk melakukan penguatan sel-sel, melakukan proses rekrutmen melalui proses radikalisasi kepada kalangan para mahasiswa, kepada para remaja, anak-anak dan perempuan,” ujar Kepala BNPT, Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memberi Kuliah Umum di Universitas Negeri Semarang (Unnes), dikutip Jumat (10/11/2023).
Kelompok radikal terorisme ini telah memperkenalkan dan menggunakan simbol-simbol agama dengan masuk ke rohis, tempat ibadah, ta’lim untuk memperkenalkan ideologi dengan menggunakan atribut atau simbol-simbol agama utamanya agama Islam.
Lihat Juga :