Sejarah dan Asal-usul Nama Asahan, Berawal dari Perjalanan Sultan Iskandar Muda ke Johor dan Malaka

Jum'at, 03 November 2023 - 11:38 WIB
Kekuasaan pemerintahan Belanda di Asahan/Tanjung Balai dijalankan oleh seorang Kontroler, yang diperkuat melalui Gouverments Besluit pada 30 September 1867.

Kerajaan Sultan Asahan dan pemerintahan Datuk-Datuk di wilayah Batu Bara tetap diakui oleh Belanda, namun tidak berkuasa penuh sebagaimana sebelumnya.

Pada 13 Maret 1942, pemerintahan Belanda berhasil ditundukkan oleh Jepang. Setelah itu, Pemerintahan Fasisme Jepang menggantikan Pemerintahan Belanda.

Wilayah tersebut dibagi menjadi beberapa distrik, seperti Tanjung Balai, Kisaran, Bandar Pulau, Pulau Rakyat, dan Sei Kepayang. Pemerintahan Fasisme Jepang berakhir pada 14 Agustus 1945, hingga pada 17 Agustus 1945, Kemerdekaan Negara Republik Indonesia diumumkan.

Sesuai dengan perkembangan tata negara Republik Indonesia, pada September 1945, berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1945, Komite Nasional Indonesia Wilayah Asahan dibentuk.

Pada saat itu, pemerintahan Jepang sudah tidak ada lagi, tetapi pemerintahan kesultanan dan pemerintahan Fuku Bunsyu di Batu Bara masih berjalan.

Pada tanggal 15 Maret 1946, struktur pemerintahan Republik Indonesia diterapkan di Asahan. Wilayah Asahan dipimpin oleh Abdullah Eteng sebagai kepala wilayah dan Sori Harahap sebagai wakil kepala wilayah.

Demikian ulasan mengenai sejarah dan asal usul Asahan. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan para pembaca.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!