Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Waingapu NTT, Ini Analisis BMKG
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 16:01 WIB
Gempa bumi M 5,5 yang mengguncang Sumba Timur, Waingapu, Nusa Tenggara Timur, pukul 14.49 WIB, Jumat (27/10/2023). Foto/Twitter @infoBMKG
SUMBA TIMUR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan analisis gempa bumi M 5,5 yang mengguncang Waingapu, Sumba Timur , Nusa Tenggara Timur (NTT), pukul 14.49 WIB, Jumat (27/10/2023).
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M5,3. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,78° LS ; 120,17° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 Km arah Barat Daya Waingapu, Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 76 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault ),” ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.
Sementara itu, gempa ini berdampak dan dirasakan di daerah Waingapu dengan skala intensitas III-IV MMI ( Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi), Waitabula, Waikabubak, dan Bima dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M5,3. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,78° LS ; 120,17° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 Km arah Barat Daya Waingapu, Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 76 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia yang tersubduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun ( normal fault ),” ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya.
Sementara itu, gempa ini berdampak dan dirasakan di daerah Waingapu dengan skala intensitas III-IV MMI ( Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi), Waitabula, Waikabubak, dan Bima dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Lihat Juga :