Guru di Sumbawa Barat Dituntut Rp50 Juta Hanya Gara-gara Tegur Siswa Tak Salat

Selasa, 10 Oktober 2023 - 19:04 WIB
Dugaan pemukulan tersebut, berawal saat Akbar Sorasa menegus korban berinisial MA karena tidak melaksanakan salat dzuhur pada Oktober 2022 silam. Peristiwa tersebut terjadi di SMK Negeri 1 Taliwang.

Karena tegurannya tidak diindahkan oleh MA, akhirnya Akbar Sorasa diduga melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong dan bambu. Dari hasil visum et repertum nomor 045.2/9854/rsud/xi/2022 tanggal 1 November 2022, korban mengalami bengkak di bagian leher belakang akibat benda tumpul.



Upaya restorative justice telah dilakukan, namun pelapor bersikeras untuk meneruskan perkara tersebut hingga tahap persidangan. Akbar Sorasa mengaku, awalnya hanya bermaksud mengajak siswanya salat dzuhur, namun ditolak oleh siswanya kemudian melalukan teguran.

"Saya memukul bagian punggung dan terkena tas korban. Tidak ada niat saya untuk menyakiti siswa saya sendiri. Teguran itu, saya lakukan hanya untuk memberi pelajaran, dan meminta agar rajin salat. Saya sangat sayang pada korban, dan menganggapnya sebagai anak sendiri," ungkap Akbar Sorasa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!