Tak Ada Sanksi, DLH Tangsel Hanya Tegur Pengelola Kawasan Taman Tekno
Senin, 03 Agustus 2020 - 14:03 WIB
Diakui Tedy, sebagai pengawas, DLH Tangsel memiliki banyak kelemahan. Apalagi, di kawasan Taman Tekno BSD itu ada sekira 1.000 gudang dan sudah ada hampir sekitar 50 pabrik besar yang menghasilkan polutan.
"Mungkin banyak, di atas 1.000 an. Tapi kalau perusahaan itu yang gede-gede juga yang memproduksi sedikit, ada di bawah 50. Tapi bengkel-bengkelnya itu kita tidak tahu. Kita kemarim melakukan survei," sambungnya.
Saat survei itu, Tedy mengaku ditemani pihak pengelola kawasan yang bertanggung jawab terhadap pembuangan limbah dari BSD. Dari survei itu terungkap, limbah dibuang oleh kawasan Taman Tekno yang ada di Blok G1.
"Saya bilang, kita dari DLH kalau melakukan pengawasan juga terlalu sulit. Memang informasinya yang buang di kawasan itu Blok G1. Di sana itu ada sekira 65 gudang dan saya masih belum ke sana," tambah Tedy.
Tidak adanya sanksi tegas dari DLH terhadap pembuang limbah ke sungai, membuat kawasan Taman Tekno BSD dan pihak pengelola terus mengulangi perbuatannya itu.
"Mungkin banyak, di atas 1.000 an. Tapi kalau perusahaan itu yang gede-gede juga yang memproduksi sedikit, ada di bawah 50. Tapi bengkel-bengkelnya itu kita tidak tahu. Kita kemarim melakukan survei," sambungnya.
Saat survei itu, Tedy mengaku ditemani pihak pengelola kawasan yang bertanggung jawab terhadap pembuangan limbah dari BSD. Dari survei itu terungkap, limbah dibuang oleh kawasan Taman Tekno yang ada di Blok G1.
"Saya bilang, kita dari DLH kalau melakukan pengawasan juga terlalu sulit. Memang informasinya yang buang di kawasan itu Blok G1. Di sana itu ada sekira 65 gudang dan saya masih belum ke sana," tambah Tedy.
Tidak adanya sanksi tegas dari DLH terhadap pembuang limbah ke sungai, membuat kawasan Taman Tekno BSD dan pihak pengelola terus mengulangi perbuatannya itu.
(mhd)
Lihat Juga :