Cyber Patrol Bawaslu Blitar Awasi Pencitraan Kandidat di Medsos

Senin, 03 Agustus 2020 - 13:25 WIB
ilustrasi
BLITAR - Bawaslu Kabupaten Blitar membentuk tim patroli siber (cyber patrol) guna mengawasi upaya framing atau pencitraan bakal calon pilkada 2020 di media sosial. Pembentukan tim patroli siber juga untuk mencegah terjadinya pelanggaran.

"Selain pengawasan tatap muka, kami juga melakukan pengawasan secara daring atau online, "ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Abdul Hakam Sholahuddin kepada wartawan Senin (3/8/2020).



Sejauh ini bakal calon yang dipastikan maju di pilkada Kabupaten Blitar 2020 masih pasangan incumbent. Yakni pasangan Rijanto-Marheinis Urip Widodo yang belum lama ini menerima surat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. Selain pasangan petahana tersebut, ada sejumlah nama lain yang balihonya juga bermunculan di ruas jalan di Kabupaten Blitar.

Mereka juga getol membuat pencitraan di media sosial, yakni baik berupa poster maupun aktif menggelar forum diskusi semacam seminar. Sebut saja Mak Rini yang berlatar belakang pengusaha dan informasinya diback up salah satu pondok pesantren ternama.

Kemudian ada Abdul Azis yang gencar dengan jargon Blitar Unggulnya. Aktivis NU ini juga dikenal sebagai seorang entrepreneur yang banyak mengarahkan gagasannya untuk kemajuan UMKM.

Nama lain yang belakangan muncul sebagai bakal kandidat adalah Abdul Munib, Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar. Manuver pencitraan dirinya di media sosial mulai digalang sejumlah akun yang ditengarai sebagai relawan politiknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!