6 Tempat Saksi Bisu Peristiwa G30S PKI di Jakarta, Nomor 5 Paling Terkenal dan Lengkap
Rabu, 27 September 2023 - 09:09 WIB
Seperti foto di bagian belakang rumah yang memperlihatkan rekonstruksi penembakan dan penculikan Letjen Ahmad Yani oleh kelompok PKI. Sementara dalam kamar tidurnya terdapat berbagai senjata yang sempat digunakan Letjen Ahmad Yani.
2. Museum Sasmitaloka Jenderal Besar DR Abdul Haris (AH) Nasution
Museum Abdul Haris Nasution terletak di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Jakarta Pusat. Museum ini terbuka untuk umum setiap hari kecuali Senin.
Museum ini merupakan kediaman pribadi Jenderal AH Nasution dengan keluarganya sejak menjabat sebagai KSAD tahun 1949 hingga wafatnya pada tanggal 6 September 2000.
Tempat ini menjadi saksi bisu peristiwa yang hampir merenggut nyawa Jenderal Abdul Haris Nasution. Pasukan Tjakrabirawa G-30S/PKI berupaya menculik dan membunuhnya.
Museum Abdul Haris Nasution diresmikan pada 3 Desember 2008 bertepatan dengan hari kelahiran Abdul Haris Nasution, oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Jenderal AH Nasution berhasil lolos pada malam G30S PKI. Namun putri keduanya, Ade Irma Suryani Nasution, serta ajudannya Kapten Anumerta Pierre Andreas Tendean, gugur dalam peristiwa itu.
Ade Irma Suryani pada saat itu masih berusia lima tahun. Sebanyak enam butir peluru bersarang di tubuh Ade Irma Suryani sehingga sempat dirawat di rumah sakit. Ade Irma pun akhirnya mengembuskan napas pada 6 Oktober 1965.
Untuk mengenang Ade Irma Suryani, pemerintah sengaja membangun sebuah monumen di dekat makamnya. Di Monumen Ade Irma Suryani tersebut terdapat foto dan tulisan dari sang ayah, Jenderal AH Nasution yang kini sudah memudar. Monumen ini berlokasi di Jalan Prapanca Raya No 12, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Bagi masyarakat yang ingin berziarah kepada para jenderal yang gugur dalam G30S PKI dalam mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Di TMP ini para Pahlawan Revolusi dimakamkan.
2. Museum Sasmitaloka Jenderal Besar DR Abdul Haris (AH) Nasution
Museum Abdul Haris Nasution terletak di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Jakarta Pusat. Museum ini terbuka untuk umum setiap hari kecuali Senin.Museum ini merupakan kediaman pribadi Jenderal AH Nasution dengan keluarganya sejak menjabat sebagai KSAD tahun 1949 hingga wafatnya pada tanggal 6 September 2000.
Tempat ini menjadi saksi bisu peristiwa yang hampir merenggut nyawa Jenderal Abdul Haris Nasution. Pasukan Tjakrabirawa G-30S/PKI berupaya menculik dan membunuhnya.
Museum Abdul Haris Nasution diresmikan pada 3 Desember 2008 bertepatan dengan hari kelahiran Abdul Haris Nasution, oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
3. Monumen Ade Irma Suryani
Jenderal AH Nasution berhasil lolos pada malam G30S PKI. Namun putri keduanya, Ade Irma Suryani Nasution, serta ajudannya Kapten Anumerta Pierre Andreas Tendean, gugur dalam peristiwa itu.
Ade Irma Suryani pada saat itu masih berusia lima tahun. Sebanyak enam butir peluru bersarang di tubuh Ade Irma Suryani sehingga sempat dirawat di rumah sakit. Ade Irma pun akhirnya mengembuskan napas pada 6 Oktober 1965.
Untuk mengenang Ade Irma Suryani, pemerintah sengaja membangun sebuah monumen di dekat makamnya. Di Monumen Ade Irma Suryani tersebut terdapat foto dan tulisan dari sang ayah, Jenderal AH Nasution yang kini sudah memudar. Monumen ini berlokasi di Jalan Prapanca Raya No 12, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
4. Taman Makam Pahlawan Kalibata
Bagi masyarakat yang ingin berziarah kepada para jenderal yang gugur dalam G30S PKI dalam mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Di TMP ini para Pahlawan Revolusi dimakamkan.
Lihat Juga :