Sejarah Kerajaan Sriwijaya: Letak, Kejayaan, Keruntuhan, dan Peninggalan
Senin, 25 September 2023 - 18:16 WIB
Masa keemasan Kerajaan Sriwijaya terjadi pada abad ke-9 M, ketika Raja Balaputradewa memerintah. Kala itu, Sriwijaya berhasil untuk menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara barat, termasuk Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, dan sebagian Jawa.
Baca Juga Sejarah Masuknya Etnis Tionghoa di Era Kerajaan Sriwijaya, Begini Asal Muasalnya
Selain itu, Sriwijaya juga menjadi pusat agama Buddha yang dihormati oleh banyak negara lain. Banyak biksu dan pelajar dari India, China, dan Tibet yang datang ke Sriwijaya untuk belajar agama dan ilmu pengetahuan.
Salah satu hal yang terkenal dari Sriwijaya kala itu adalah kekuatan maritimnya. Ditambah lagi dengan dukungan berbagai komoditas perdagangan mahal macam emas, perak, perunggu, kain, rempah-rempah, dan kayu cendana, yang semakin mendukung majunya peradaban tersebut.
Meskipun memiliki banyak wilayah kekuasaan, hal tersebut tak lantas membuat Sriwijaya bertahan selamanya. Salah satu hal yang membuat kerajaan ini runtuh adalah kurangnya aktivitas kapal dagang yang singgah sehingga membuat perekonomian kerajaan kian menurun.
Baca Juga 5 Prasasti Kutukan yang Berasal dari Kerajaan Sriwijaya
Ini disebabkan oleh semakin jauhnya Kota Palembang dari posisi laut sehingga menyebabkan daerah tersebut menjadi tidak strategis lagi. Hal tersebut membuat kapal-kapal dagang lebih tertarik untuk singgah di tempat yang lain.
Mulai menurunnya perekonomian berpengaruh juga pada kekuatan kerajaan Sriwijaya di sektor militer. Hal itu membuat beberapa wilayah yang telah ditaklukkan memilih memberontak atau melepaskan diri.
Baca Juga Sejarah Masuknya Etnis Tionghoa di Era Kerajaan Sriwijaya, Begini Asal Muasalnya
Selain itu, Sriwijaya juga menjadi pusat agama Buddha yang dihormati oleh banyak negara lain. Banyak biksu dan pelajar dari India, China, dan Tibet yang datang ke Sriwijaya untuk belajar agama dan ilmu pengetahuan.
Salah satu hal yang terkenal dari Sriwijaya kala itu adalah kekuatan maritimnya. Ditambah lagi dengan dukungan berbagai komoditas perdagangan mahal macam emas, perak, perunggu, kain, rempah-rempah, dan kayu cendana, yang semakin mendukung majunya peradaban tersebut.
Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya
Meskipun memiliki banyak wilayah kekuasaan, hal tersebut tak lantas membuat Sriwijaya bertahan selamanya. Salah satu hal yang membuat kerajaan ini runtuh adalah kurangnya aktivitas kapal dagang yang singgah sehingga membuat perekonomian kerajaan kian menurun.
Baca Juga 5 Prasasti Kutukan yang Berasal dari Kerajaan Sriwijaya
Ini disebabkan oleh semakin jauhnya Kota Palembang dari posisi laut sehingga menyebabkan daerah tersebut menjadi tidak strategis lagi. Hal tersebut membuat kapal-kapal dagang lebih tertarik untuk singgah di tempat yang lain.
Mulai menurunnya perekonomian berpengaruh juga pada kekuatan kerajaan Sriwijaya di sektor militer. Hal itu membuat beberapa wilayah yang telah ditaklukkan memilih memberontak atau melepaskan diri.
Lihat Juga :