Atasi Kasus Stunting, SIL Universitas Indonesia Berikan Edukasi SPAH
Selasa, 08 Agustus 2023 - 21:48 WIB
Kegiatan yang dilakukan pada Senin 7 Agustus 2023 di KWT Melati, Kecamatan Kasemen, Kota Serang dihadiri 30 peserta terdiri dari Keluarga Berisiko Stunting (KRS), Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kasemen, perwakilan BKKBN Banten, DP3AKB Kota Serang, serta Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting Banten.
Hayati menjelaskan penyebab meningkatnya stunting antara lain minimnya akses layanan sumber air bersih untuk air minum serta pengetahuan penduduk mengenai pola makan bergizi dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).
Karena itu, dia mengajak masyarakat mengikuti program hidup sehat melingkupi 3 pilar keberlanjutan yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pada penurunan angka stunting, wujud 3 pilar tersebut dapat diimplementasikan dengan pemenuhan air bersih melalui sistem PAH, sanitasi yang baik, dan gizi seimbang dimulai pada setiap rumah tangga.
“Air untuk kebutuhan sehari-hari yang terpenting cukup dan bersih. Air didapatkan dari air hujan dengan menampung mandiri atau bersama di rumah menggunakan ember dan penyaring sederhana,” ucapnya.
Dosen S2 Lingkungan Dr Sri Setiawati Tumuyu berpesan bahwa makanan bergizi berawal dari pola pengasuhan ibu sehingga gizi setiap anak terjamin. Ketika gizi anak terjamin, anak akan tumbuh menjadi generasi sehat guna mendukung pembangunan Indonesia.
Hayati menjelaskan penyebab meningkatnya stunting antara lain minimnya akses layanan sumber air bersih untuk air minum serta pengetahuan penduduk mengenai pola makan bergizi dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).
Karena itu, dia mengajak masyarakat mengikuti program hidup sehat melingkupi 3 pilar keberlanjutan yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pada penurunan angka stunting, wujud 3 pilar tersebut dapat diimplementasikan dengan pemenuhan air bersih melalui sistem PAH, sanitasi yang baik, dan gizi seimbang dimulai pada setiap rumah tangga.
“Air untuk kebutuhan sehari-hari yang terpenting cukup dan bersih. Air didapatkan dari air hujan dengan menampung mandiri atau bersama di rumah menggunakan ember dan penyaring sederhana,” ucapnya.
Dosen S2 Lingkungan Dr Sri Setiawati Tumuyu berpesan bahwa makanan bergizi berawal dari pola pengasuhan ibu sehingga gizi setiap anak terjamin. Ketika gizi anak terjamin, anak akan tumbuh menjadi generasi sehat guna mendukung pembangunan Indonesia.
Lihat Juga :