'Kunjungan' Ribuan Ubur-ubur Ancam Pasokan Listrik Jawa-Bali
Rabu, 29 April 2020 - 20:49 WIB
Langkah-langkah yang diambil UP Paiton 1-2 PT PJB, mengutamakan metode kehati-hatian dan ramah lingkungan, agar salah satu biota laut ini tetap terjaga kelestariannya. Tiga lapis pengaman berupa jaring-jaring telah dipasang, agar ubur-ubur tidak masuk ke saluran intake pembangkitan.
"Lapis pertama, jaring dipasang di intake kanal tempat masuk air laut yang berfungsi sebagai pendingin kondensor unit pembangkit. Pengaman yang kedua ditempatkan di wilayah pompa, untuk menghindari ubur-ubur tersedot pompa, dan yang ketiga dipasang di depan area mesin untuk menghindari ubur-ubur masuk ke dalam komponen mesin dan mengganggu operasional PLTU," kata dia.
Selain pengamanan internal tersebut, UP Paiton 1-2 PT PJB juga menggandeng nelayan di sekitar unit untuk melakukan penanganan 'kunjungan' ubur-ubur ini. Dengan menggunakan tujuh perahu nelayan, ubur- ubur dijaring menggunakan jala nelayan lalu digiring dan dilepas di tengah laut.
Langkah pelibatan nelayan ini, menurut Abdullah, bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan tidak membunuh ubur-ubur. "Berkaca pada pengalaman tahun 2016 yang lalu, kali ini kami lebih siap dan Alhamdulillah metode-metode yang terlah kami lakukan tersebut terbukti berhasil. Selain kontinuitas penyediaan tenaga listrik terjaga, yang paling penting adalah metode tersebut harus ramah lingkungan," kata dia.
Sementara Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara menegaskan, meskipun ada serangan ubur-ubur, namun PT PJB tetap berkomitmen untuk menjaga pasokan listrik khususnya di sistem kelistrikan Jawa-Bali.
"Lapis pertama, jaring dipasang di intake kanal tempat masuk air laut yang berfungsi sebagai pendingin kondensor unit pembangkit. Pengaman yang kedua ditempatkan di wilayah pompa, untuk menghindari ubur-ubur tersedot pompa, dan yang ketiga dipasang di depan area mesin untuk menghindari ubur-ubur masuk ke dalam komponen mesin dan mengganggu operasional PLTU," kata dia.
Selain pengamanan internal tersebut, UP Paiton 1-2 PT PJB juga menggandeng nelayan di sekitar unit untuk melakukan penanganan 'kunjungan' ubur-ubur ini. Dengan menggunakan tujuh perahu nelayan, ubur- ubur dijaring menggunakan jala nelayan lalu digiring dan dilepas di tengah laut.
Langkah pelibatan nelayan ini, menurut Abdullah, bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan tidak membunuh ubur-ubur. "Berkaca pada pengalaman tahun 2016 yang lalu, kali ini kami lebih siap dan Alhamdulillah metode-metode yang terlah kami lakukan tersebut terbukti berhasil. Selain kontinuitas penyediaan tenaga listrik terjaga, yang paling penting adalah metode tersebut harus ramah lingkungan," kata dia.
Sementara Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara menegaskan, meskipun ada serangan ubur-ubur, namun PT PJB tetap berkomitmen untuk menjaga pasokan listrik khususnya di sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Lihat Juga :