Penambahan Empat Siswa Tiap Kelas Tunggu Keputusan Pusat
Selasa, 28 Juli 2020 - 07:32 WIB
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Foto : SINDOnews/Doc
MAKASSAR - Penambahan masing-masing empat siswa tiap kelas baik SD maupun SMP belum bisa dilakukan. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Baca : Masih Ada Harapan, Rombel akan Ditambah untuk 4 Siswa Tiap Kelas
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Makassar, Ahmad Hidayat, mengatakan usulan penambahan jumlah siswa sudah diajukan ke kementerian dan tinggal menunggu persetujuan. "Kita sudah usul tapi sampai sekarang belum ada jawaban dari pusat," ungkap Ahmad Hidayat kepada SINDOnews, kemarin.
Hidayat menyebut berdasarkan standar pelayanan maksimal jumlah siswa dalam setiap kelas hanya 28 orang untuk SD dan 32 orang SMP. Baca Juga : Disdik Kaji Pembentukan Tujuh SMP Baru di Makassar
Keterbatasan ruang belajar menjadi pertimbangan. Jumlah lulusan SD tidak berbading lurus dengan kuota SMP. Masih ada kurang lebih 9.000 orang lulusan SD yang gagal masuk sekolah negeri. "Kalau usulan ini disetujui, kita prioritaskan untuk afirmasi atau siswa kurang mampu dengan pertimbangan ekonomi," ujarnya.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Makassar, Ahmad Hidayat, mengatakan usulan penambahan jumlah siswa sudah diajukan ke kementerian dan tinggal menunggu persetujuan. "Kita sudah usul tapi sampai sekarang belum ada jawaban dari pusat," ungkap Ahmad Hidayat kepada SINDOnews, kemarin.
Hidayat menyebut berdasarkan standar pelayanan maksimal jumlah siswa dalam setiap kelas hanya 28 orang untuk SD dan 32 orang SMP. Baca Juga : Disdik Kaji Pembentukan Tujuh SMP Baru di Makassar
Keterbatasan ruang belajar menjadi pertimbangan. Jumlah lulusan SD tidak berbading lurus dengan kuota SMP. Masih ada kurang lebih 9.000 orang lulusan SD yang gagal masuk sekolah negeri. "Kalau usulan ini disetujui, kita prioritaskan untuk afirmasi atau siswa kurang mampu dengan pertimbangan ekonomi," ujarnya.
Lihat Juga :