Inflasi Terkendali, Kadin Sumut: Bobby Nasution Dorong Kinerja Ekonomi Meningkat
Selasa, 04 Juli 2023 - 21:28 WIB
Memang, pandemi merupakan masalah nasional, tapi jika kepala daerah baik itu walikota, bupati dan gubernur tak punya political will menyelesaikannya ya tidak akan beres, kata Ketua Kadin Sumut itu.
“Strategi, refokusing, membuat instrumen prioritas, mendorong penyerapan anggaran Pemko lebih besar dalam menangani pandemi sampai akhirnya kita secara perlahan bisa berbisnis lagi, ekonomi mulai jalan, itu juga bagian dari prestasi,” katanya.
Firsal Mutyara lebih detil melihat banyak hal yang merefleksikan kondisi ekonomi Medan selama dipimpin Bobby Nasution.
“Coba kita lihat pertumbuhan ekonomi. Sepanjang pandemi, kita tumbuh minus. Di tahun 2022 ekonomi Medan sudah tumbuh di level 4,71 persen. Besaran Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku Pemko Medan tahun 2022 mencapai Rp280,16 triliun,” bebernya.
Menurutnya arah kebijakan Bobby sudah benar. "Kalau kita lihat data BPS untuk pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini di Sumut mengalami kontraksi 0,45 persen. Kita harapkan itu tidak berpengaruh ke Kota Medan,” katanya.
Langkah lain yang patut diapresiasi dari sisi ekonomi, kata Firsal Ferial Mutyara, soal kebijakan Pemko Medan mengendalikan inflasi.
“Ini menarik. Karena ternyata Pemko merancang jaminan ketersediaan kebutuhan pokok di Medan melalui jalur distribusi. Sehingga Pemko Medan bertindak cepat dengan melakukan kerjasama antar daerah (KAD). Itu ada daerah-daerah sentra penghasil komoditas utama sudah kerjasama. Sehingga tidak ada kendala di jalur distribusi, untuk menjaga jangan sampai harga kebutuhan di Medan mengalami kenaikan,” terang Firsal Ferial Mutyara.
Dengan begitu, kata dia, bisa dilihat pengendalian inflasi berjalan cukup baik. “Tingkat inflasi Kota Medan di April 2023 misalnya minus 0,20 persen. Ini cukup baik. Artinya runut apa yang dikerjakan dan apa yang dihasilkan,” kata Firsal Ferial Mutyara.
“Strategi, refokusing, membuat instrumen prioritas, mendorong penyerapan anggaran Pemko lebih besar dalam menangani pandemi sampai akhirnya kita secara perlahan bisa berbisnis lagi, ekonomi mulai jalan, itu juga bagian dari prestasi,” katanya.
Firsal Mutyara lebih detil melihat banyak hal yang merefleksikan kondisi ekonomi Medan selama dipimpin Bobby Nasution.
“Coba kita lihat pertumbuhan ekonomi. Sepanjang pandemi, kita tumbuh minus. Di tahun 2022 ekonomi Medan sudah tumbuh di level 4,71 persen. Besaran Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku Pemko Medan tahun 2022 mencapai Rp280,16 triliun,” bebernya.
Menurutnya arah kebijakan Bobby sudah benar. "Kalau kita lihat data BPS untuk pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini di Sumut mengalami kontraksi 0,45 persen. Kita harapkan itu tidak berpengaruh ke Kota Medan,” katanya.
Langkah lain yang patut diapresiasi dari sisi ekonomi, kata Firsal Ferial Mutyara, soal kebijakan Pemko Medan mengendalikan inflasi.
“Ini menarik. Karena ternyata Pemko merancang jaminan ketersediaan kebutuhan pokok di Medan melalui jalur distribusi. Sehingga Pemko Medan bertindak cepat dengan melakukan kerjasama antar daerah (KAD). Itu ada daerah-daerah sentra penghasil komoditas utama sudah kerjasama. Sehingga tidak ada kendala di jalur distribusi, untuk menjaga jangan sampai harga kebutuhan di Medan mengalami kenaikan,” terang Firsal Ferial Mutyara.
Dengan begitu, kata dia, bisa dilihat pengendalian inflasi berjalan cukup baik. “Tingkat inflasi Kota Medan di April 2023 misalnya minus 0,20 persen. Ini cukup baik. Artinya runut apa yang dikerjakan dan apa yang dihasilkan,” kata Firsal Ferial Mutyara.
Lihat Juga :