Perpustakaan Nasional di Jakarta: Harta Karun Pengetahuan, Budaya, Sejarah yang Dibangun Tahun 1778
Minggu, 02 Juli 2023 - 19:56 WIB
Pada 1980, Perpusnas dipindahkan ke gedung baru di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Gedung modern ini didesain khusus untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan dan pengelolaan koleksi perpustakaan yang semakin berkembang.
Fasilitas yang diperbarui dan teknologi terkini memungkinkan Perpusnas memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Koleksi perpustakaan meliputi berbagai jenis bahan seperti naskah-naskah kuno, arsip sejarah, foto, peta, rekaman suara, hingga berbagai bentuk media lainnya.
Koleksi ini merupakan harta karun intelektual yang memuat cerita-cerita berharga tentang sejarah sekaligus kebudayaan dan identitas bangsa Indonesia. Perpusnas telah mengalami perkembangan signifikan sejak awal pendiriannya.
Pada awal 1987, Perpusnas telah direnovasi dan sebagian gedung selesai dikerjakan. Hal ini memungkinkan pimpinan dan staf dari tiga bidang (kecuali bidang koleksi) untuk pindah ke lokasi tersebut.
Kompleks baru ini secara resmi dibuka pada 11 Maret 1989 yang ditandai dengan penandatanganan prasasti marmer oleh Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto.
Pada 6 Maret 1989 atau lima hari sebelum peresmian kompleks telah diberi keputusan dari presiden yang menetapkan Perpusnas setelah digabungkan dengan Pusat Pembinaan Perpustakaan menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND).
Fasilitas yang diperbarui dan teknologi terkini memungkinkan Perpusnas memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Koleksi perpustakaan meliputi berbagai jenis bahan seperti naskah-naskah kuno, arsip sejarah, foto, peta, rekaman suara, hingga berbagai bentuk media lainnya.
Koleksi ini merupakan harta karun intelektual yang memuat cerita-cerita berharga tentang sejarah sekaligus kebudayaan dan identitas bangsa Indonesia. Perpusnas telah mengalami perkembangan signifikan sejak awal pendiriannya.
Pada awal 1987, Perpusnas telah direnovasi dan sebagian gedung selesai dikerjakan. Hal ini memungkinkan pimpinan dan staf dari tiga bidang (kecuali bidang koleksi) untuk pindah ke lokasi tersebut.
Kompleks baru ini secara resmi dibuka pada 11 Maret 1989 yang ditandai dengan penandatanganan prasasti marmer oleh Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto.
Pada 6 Maret 1989 atau lima hari sebelum peresmian kompleks telah diberi keputusan dari presiden yang menetapkan Perpusnas setelah digabungkan dengan Pusat Pembinaan Perpustakaan menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND).
Lihat Juga :