Ini Upaya Ganjar Pranowo Pacu Kemandirian Penyandang Disabilitas di Jateng
Selasa, 27 Juni 2023 - 17:21 WIB
Ia menuturkan, bagi penyandang disabilitas diarahkan untuk mengikuti jenis pelatihan vokasional atau keterampilan usaha produktif. Misalnya, pelatihan ketrampilan menjahit, barber, fesyen, boga, barista, dan membatik.
Baca juga: Ganjar Pranowo Beri Sejumlah Masukan Terkait UMKM
“Contohnya pada minggu lalu, kami mengadakan pelatihan bagi penyandang disabilitas dari Komunitas Tuli. Kami beri materi pelatihan tentang skill dan teknik pembuatan kopi, didampingi praktisi ahli di bidang peracikan kopi,” kata Hatta.
Peserta, kata Hatta, mendapatkan pelatihan mengenai pendidikan kewirausahaan, secara teori dan praktik membuat kopi yang benar. Selain pelatihan pembuatan kopi, ada juga penyandang disabilitas yang dilatih mendesain produk, mendesain produk fesyen, membatik, dan berbagai ketrampilan yang lain.
“Sebagian peserta pelatihan membuat kopi itu, beberapa sudah sampai memiliki coffee shop. Jadi di sini, kami memberikan pelatihan untuk meningkatkan skill mereka,” katanya.
Tak hanya mendapatkan pelatihan gratis, peserta juga mendapatkan uang saku selama menjalani pelatihan. Tujuannya, agar peserta lebih bersemangat menyerap skill yang diberikan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan pelatihan dan pendampingan merupakan langkah awal bagi penyandang disabilitas untuk terus berkarya lewat produk bernilai jual. Dengan pelatihan dan pendampingan, diharapkan produk yang dihasilkan berkualitas dan sesuai kebutuhan pasar.
Baca juga: Ganjar Pranowo Beri Sejumlah Masukan Terkait UMKM
“Contohnya pada minggu lalu, kami mengadakan pelatihan bagi penyandang disabilitas dari Komunitas Tuli. Kami beri materi pelatihan tentang skill dan teknik pembuatan kopi, didampingi praktisi ahli di bidang peracikan kopi,” kata Hatta.
Peserta, kata Hatta, mendapatkan pelatihan mengenai pendidikan kewirausahaan, secara teori dan praktik membuat kopi yang benar. Selain pelatihan pembuatan kopi, ada juga penyandang disabilitas yang dilatih mendesain produk, mendesain produk fesyen, membatik, dan berbagai ketrampilan yang lain.
“Sebagian peserta pelatihan membuat kopi itu, beberapa sudah sampai memiliki coffee shop. Jadi di sini, kami memberikan pelatihan untuk meningkatkan skill mereka,” katanya.
Tak hanya mendapatkan pelatihan gratis, peserta juga mendapatkan uang saku selama menjalani pelatihan. Tujuannya, agar peserta lebih bersemangat menyerap skill yang diberikan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan pelatihan dan pendampingan merupakan langkah awal bagi penyandang disabilitas untuk terus berkarya lewat produk bernilai jual. Dengan pelatihan dan pendampingan, diharapkan produk yang dihasilkan berkualitas dan sesuai kebutuhan pasar.
Lihat Juga :