Wilayah Kerajaan Keling Usai Kalahkan Majapahit di Era Raja Girindrawardhana

Senin, 26 Juni 2023 - 08:12 WIB
Ungkapan Cri Maharaja Sri Wilwatiktapura Janggala Kadiri Prabhu Natha Bhatara i Keling hanya dapat ditafsirkan bahwa Grindrawardhana Dyah Ranawijaya Bhatara Keling sebagai maharaja menguasai Majapahit, Janggala dan Kediri, Dyah Ranawijaya bersemayam di Keling, tidak di Majapahit seperti ditafsirkan hingga sekarang.

Bahwa Girindrawardhana Dyah Ranawijaya bukan raja Majapahit, tetapi raja Keling. Dari gelar itu jelas bahwa Majapahit disejajarkan dengan Janggala dan Kediri seperti telah ditunjukkan di atas.

Perhatikan ungkapan Bhatara i Keling atau raja di Keling. Gelar itu perlu dibanding dengan gelar yang digunakan oleh Sang Prabhu Giripati Prasutabhupati Ketubhuta Dyah Suraprabhawa yang jelas menjadi raja Majapahit pada tahun 1473. Baca juga: Sosok-sosok Penguasa Majapahit dan Wilayah Kekuasaan Pasca Perang Paregreg

Dalam gelar itu nama Majapahit tidak disebut, karena Dyah Suraprabhawa ialah raja Majapahit, yang disebut di situ ialah nama Janggala dan Kediri. Gelarnya seperti Gri Giripati Prasutabhupati Ketubhuta, Sakalajanarddananindya Parakramadigwijaya Janggala-Kadiri-Jawabhumyekadhipa.

Seandainya Girindrawardhana Dyah Ranawijaya benar raja Majapahit, namanya pasti disebut dalam Pararaton sesudah Sang mokta ring kadaton i çaka çunya-nora-yuganing-wong. Kenyataannya ialah Pararaton tidak menyebutnya. Hal itu merupakan suatu petunjuk bahwa Dyah Ranawijaya memang bukan raja Majapahit.

Dyah Ranawijaya juga bukan raja Kediri seperti anggapan N.J.Krom, karena dalam gelar itu nama Kediri juga disebut sejajar dengan Janggala. Dasar anggapan Krom seperti berikut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!