Sosok-sosok Penguasa Majapahit dan Wilayah Kekuasaan Pasca Perang Paregreg

Sabtu, 17 Juni 2023 - 06:00 WIB
Baca juga: Depati Parbo, Pejuang Kemerdekaan dari Kerinci yang Jago Silat, Agama dan Kebatinan

Dari prasasti Waringin Pitu juga dapat dipastikan bahwa Dyah Kertawijaya bukan putra permaisuri Kusumawardhani, tetapi putra Dyah Nartaja, juga memperkuat pernyataan Pararaton tentang perkawinan Bhre Tumapel Sri Kertawijaya dengan Bhre Daha yang tidak disebut namanya.

Ternyata bahwa namanya ialah Jayawardhani Dyah Jayeswari. Prasasti Waringin Pitu merupakan dokumen sejarah penting untuk mengetahui siapa-siapa nama raja-raja Majapahit sesudah masa pemerintahan Bhatara Prabhu Wijayaparakramawardhana Dyah Kertawijaya, yang berakhir pada tahun saka bahni-parwata-kaya-iku, 1373 sama dengan 1451 Masehi). Nama candi Bhatara Prabhu ialah Kertawijayapura, tidak diketahui di mana letaknya.

Identifikasi raja-raja Majapahit dari tahun 1451 sampai 1478 seperti dinyatakan oleh penggubah Pararaton sampai sekarang belum terpecahkan secara tuntas dan meyakinkan, meskipun telah digarap oleh sarjana-sarjana kenamaan selama bertahun-tahun mulai dari J.L.A. Brandes pada tahun 1896 dengan terbitan Pararaton.

Prasasti Waringin Pitu menunjukkan bagaimana kekuasaan Kerajaan Majapahit di beberapa wilayah masih ada. Saat itu beberapa penguasa daerah kekuasaan merupakan anggota keluarga raja.

Daftar anggota rajadiraja sebagaimana tercantum pada Prasasti Waringin Pitu yakni Bhatara Prabhu di Majapahit bertahta Wijayaparakramawardhana Dyah Kertawijaya, Bhatara di Daha bernama Jayawardhani Dyah Jayeswari, Bhatara di Jagaraga bernama Wijayendradewi Dyah Wijayaduhita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!