Sembuh, Mantan Pasien Positif COVID-19 di Kediri Ini Menceritakan Pengalamannya

Selasa, 14 April 2020 - 14:17 WIB
Begitu juga pada hari keempat, ia kembali berobat ke dokter dan melakukan tes laboratorium. "Pas hari ke-4 ini mulai merasakan batuk kering, "terangnya. Karena timbul gejala klinis yang mengarah, ia langsung diisolasi di RSUD SLG Kediri dengan protokoler sebagaimana pasien Covid-19.

Serangan batuk kering tidak berhenti. Muncul gejala klinis baru sulit bernafas (sesak nafas) pada perawatan hari ketiga. Untuk membantu pernafasan, petugas medis sampai memasang oksigen. "Secara umum kondisi semakin menurun, "terangnya.

Hasil swab laboratorium yang dikirim petugas menyatakan dirinya positif Covid-19. Namun setelah hari kelima perawatan kondisinya mulai membaik. Meski demikian indra pengecapnya belum benar benar berfungsi.

Semua makanan yang masuk ke mulut masih terasa tawar. "Tidak ada rasanya, "kenangnya. Yang paling disedihkannya, ia merasa menjalani semua itu (isolasi di RSUD) sendirian. Karena aturan protokoler, tidak ada orang yang membezuk. Bahkan keluarga juga dilarang mendekat.

Namun meski tidak bertatap langsung, keluarga dan petugas medis yang merawatnya tidak henti henti memberi dukungan, semangat, optimisme bahwa penyakit Covid-19 bisa disembuhkan. "Pada saat pertama kali dinyatakan positif rasanya down dan sedih mendalam, "ungkapnya.

Dan pasien positif Covid-19 tersebut benar benar sembuh. Status positif warga Balowerti yang sebelumnya tercatat sebagai pasien 02 Kota Kediri tersebut berubah negatif. Pihak rumah sakit juga telah mengijinkannya kembali ke rumah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!