Cari Penyebab Kematian, Keluarga Rupi'ah Minta Bongkar Makam

Jum'at, 24 Juli 2020 - 08:32 WIB
Dyah menceritakan terjadi kesalahpahaman. Kala itu seusai kejadian pihaknya mengira jenazah sudah diautopsi oleh petugas medis. Tapi ternyata hanya divisum luar. Maka kenapa ia dan keluarga baru sekarang memutuskan supaya jenazah diotopsi .

"Waktu itu keluarga dalam suasana masih bingung. Saya sendiri pasca kejadian, juga diperiksa di Mapolsek Pancur. Tahunya pihak keluarga sudah diautopsi, sebelum jenazah dimakamkan. Ternyata nggak," ungkapnya.

Diakuinya, meninggalnya sang kakak sarat kejanggalan. Ia mencontohkan kalau orang bunuh diri, umumnya keluar kotoran, mata membelalak dan lidah menjulur. Namun jenazah Rupi'ah tidak menunjukkan ciri-ciri seperti itu. Warga ketika datang ke TKP, sudah mendapati posisi jenazah berada di pangkuan suami sirinya.

"Saya juga tinggal di Desa Pohlandak, jadi saat ditelepon kakak saya meninggal dunia, ya langsung datang ke lokasi. Selain kejanggalan kondisi jenazah, ada keganjilan lain yang sudah saya sampaikan kepada pihak kepolisian. Saat ditanya bagaimana kehidupan keluarga kakak saya, jujur saja memang sering bertengkar dengan suami sirinya," beber wanita berusia 22 tahun ini.

(Baca juga: Demi Sekolah Daring, Anak-anak di Agam Harus Mendaki Bukit )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!