Ramuan Arak Bali Sudah Sembukan 800 Orang Terpapar COVID-19
Jum'at, 24 Juli 2020 - 04:35 WIB
Di tempat karantina, biasanya orang tanpa gejala menjalani isolasi paling cepat selama sembilan hari. Namun setelah melakukan terapi usada arak, mereka akan sembuh dalam waktu tiga hari sejak masuk karantina dan kemudian diperbolehkan pulang.
Sebelum terapi, petugas melakukan pendekatan persuasif. "Kita minta ijin dulu. Mau nggak diterapi seperti ini, kita nggak paksa," ujar Wirasuta. (Baca juga: Ini Penjelasan Tim Peneliti soal Arak Bali untuk Terapi COVID-19 )
Hanya saja, terapi usada arak belum bisa diterapkan untuk pasien positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. "Untuk di rumah sakit masih terbentur perijinan. Kita harus ikuti rambu-rambunya," imbuhnya.
Wirasuta menegaskan, prinsip dasar terapi usada arak adalah mempercepat proses penyembuhan orang yang terpapar COVID-19 . "Semangat kita adalah membantu agar Bali segera zero COVID-19 agar pariwisata cepat pulih," pungkasnya.
Sebelum terapi, petugas melakukan pendekatan persuasif. "Kita minta ijin dulu. Mau nggak diterapi seperti ini, kita nggak paksa," ujar Wirasuta. (Baca juga: Ini Penjelasan Tim Peneliti soal Arak Bali untuk Terapi COVID-19 )
Hanya saja, terapi usada arak belum bisa diterapkan untuk pasien positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. "Untuk di rumah sakit masih terbentur perijinan. Kita harus ikuti rambu-rambunya," imbuhnya.
Wirasuta menegaskan, prinsip dasar terapi usada arak adalah mempercepat proses penyembuhan orang yang terpapar COVID-19 . "Semangat kita adalah membantu agar Bali segera zero COVID-19 agar pariwisata cepat pulih," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :