Nasib Malang Lansia Tukang Cuci Korban Selamat Bus Terjun ke Sungai di Guci, Tangan Cedera Kini Bingung Bertahan Hidup

Selasa, 16 Mei 2023 - 15:55 WIB
Saat diwawancarai, sesekali tetangganya mengajak bercanda Sapuro. Hal itu sedikit menghibur Sapuro. "Ini gue mau sedih-sedihan juga," ucap Sapuro menimpali candaan tetangganya.

Dia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan dan Jasa Raharja memang membantu biaya pengobatannya di rumah sakit. Namun tidak ada bantuan untuk biaya hidup sehari-hari dan ongkos pulang pergi berobat jalan.

"Kita berobat jalan tadi Rp300 ongkos naik mobil. Masa kita jalan kaki, buat kita berobat gimana? Emang dari Jasa Raharja ada bantuan?" keluhnya.

Ia bersyukur setangga dan sanak saudaranya masih peduli dengan kondisinya. Kendati demikian, dia merasa tidak enak hati bila harus terus-menerus meminta bantuan.

Terlebih, Sapuro tidak mengetahui pasti kapanbisa kembali beraktivitas seperti biasa. "Bingung saya ngerawatnya, kan sendiri ini ngontrak. Laki (suami) kan enggak ada," ucapnya.

Baca Juga: Bus Pariwisata di Guci Terjun ke Sungai, Polisi Tetapkan Sopir dan Kernet Tersangka

Berdasarkan diagnosa medis, dia mengalami pergeseran di bagian pergelangan tangan dan lengan. Sehingga untuk beraktivitas masih membutuhkan bantuan orang, seperti makan dan lainnya.

Sapuro saat ini hanya bisa mengangkat dan sedikit menggerakkan jari-jarinya. Itu pun masih terasa sakit. "Pergelangan tangan geser ini. Saya dirawat cuma sehari, setelah itu rawat jalan. Sekarang masih terasa ini sesak nafas," keluhnya.

Sapuro menceritakan awal mula peristiwa memilukan itu terjadi. Awalnya dia sedang duduk di bangku bus. Tiba-tiba bus yang terparkir itu jalan. "Biasa aja turunnya, enggak lama bunyi 'grek'. Tapi kok lama-lama miring. Pada ucap Allahu Akbar," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!