TKD Disulap Jadi Areal Tanam Holtikultura Premium Kualitas Ekspor
Selasa, 16 Mei 2023 - 06:57 WIB
Djumadi mengakui baru pertama kali dalam pengembangan budidaya buah melon premium berorientasi ekspor. "Program Ketahan Pangan di Desa Karangpandan untuk 2022 dengan berdiskusi panjang lebar bersama sejumlah pihak khususnya TPP [Tenaga Pendamping Profesional] Kec. Pakisaji, akhirnya pilihannya budidaya buah melon," ungkap Djumadi.
Setelah melihat hasil panen, kata Djumadi, maka pemdes berketetapan memperluas areal tanam termasuk upaya membentuk komunitas petani buah melon agar semakin sistemik.
"Harapannya Desa Karangpandan bisa jadi sentra buah melon di wilayah Kab. Malang," tegasnya.
Staf Desa Karangpandan, Bambang selaku tim teknis ketahanan pangan menyatakan awalnya TKD digunakan sebagai green house budidaya melon premium seluas 500 meterpersegi.
"Rencananya dari hasil diskusi dengan Pak Kades dan stakeholder yang ada maka luasan areal tanam buah melon di TKD menjadi 850 meter persegi. Kedepan luasannya akan diperluas dengan pelibatan petani dalam konsep plasma nufta, petani pembudidaya sehingga desa ini jadi centra buah melon," kata Bambang saat mendampingi Kades ketika panen melon.
Bambang melihat prospek budidaya melon cukup besar. "Dari lahan 500 meterpersegi ini hasil panennya bisa mencapai 1,5 ton. Dalam setahun akan ada 3 kali panen sehingga dengan sekali panen tingkat keuntungan 10%-15% maka 3 kali panen setahun bisa mencapai 45%-50%," tegasnya.
Setelah melihat hasil panen, kata Djumadi, maka pemdes berketetapan memperluas areal tanam termasuk upaya membentuk komunitas petani buah melon agar semakin sistemik.
"Harapannya Desa Karangpandan bisa jadi sentra buah melon di wilayah Kab. Malang," tegasnya.
Staf Desa Karangpandan, Bambang selaku tim teknis ketahanan pangan menyatakan awalnya TKD digunakan sebagai green house budidaya melon premium seluas 500 meterpersegi.
"Rencananya dari hasil diskusi dengan Pak Kades dan stakeholder yang ada maka luasan areal tanam buah melon di TKD menjadi 850 meter persegi. Kedepan luasannya akan diperluas dengan pelibatan petani dalam konsep plasma nufta, petani pembudidaya sehingga desa ini jadi centra buah melon," kata Bambang saat mendampingi Kades ketika panen melon.
Bambang melihat prospek budidaya melon cukup besar. "Dari lahan 500 meterpersegi ini hasil panennya bisa mencapai 1,5 ton. Dalam setahun akan ada 3 kali panen sehingga dengan sekali panen tingkat keuntungan 10%-15% maka 3 kali panen setahun bisa mencapai 45%-50%," tegasnya.
Lihat Juga :