Waspada! Kasus Lato-lato Sapi di Gunungkidul Meluas hingga ke 17 Kecamatan
Minggu, 07 Mei 2023 - 23:44 WIB
Di Kapanewon Nglipar ada 81 kasus, selebihnya bervariasi mulai dari 1 hingga 6 kasus dalam 1 kapanewon. Dan pihaknya saat ini masih berupaya mengendalikan penyakit LSD dengan berbagai cara.
Baca juga: Viral Video Bullying Pelajar di Kebumen, Korban Tak Berani Cerita
Meski setiap hari laporan kasus LSD terus mengalami kenaikan namun dia memastikan stok obat masih tersedia. Kendati demikian, untuk penggunaannya pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait Vaksin.
“Kami terus lakukan pengawasan dan pendataan untuk menekan wabah ini, dan untuk vaksinasi kami masih menununggu instruksi dari pusat,” tuturnya.
Retno menambahkan, LSD tersebut disebabkaan oleh Virus Lumpy Skin Disease yang merupakan DNA dari Genus Capripox virus atau Famili Poxviridae yang bersifat non zoonosis. Virus ini umumnya menyeran hewan seperti sapi dan kerbau.
Terkait penularannya, penyakit tersebut disebarkan melalui dua hal yaitu secara langsung maupun tak langsung. Secara langsung melaui serangga penghisap darah sebagai Vektor penyebaran penyakit, dan tidak langsung melalui peralatan yang terkontaminasi virus LSD.
Baca juga: Kronologi Bus Pariwisata yang Terparkir di Objek Wisata Guci Terjun ke Sungai
Baca juga: Viral Video Bullying Pelajar di Kebumen, Korban Tak Berani Cerita
Meski setiap hari laporan kasus LSD terus mengalami kenaikan namun dia memastikan stok obat masih tersedia. Kendati demikian, untuk penggunaannya pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait Vaksin.
“Kami terus lakukan pengawasan dan pendataan untuk menekan wabah ini, dan untuk vaksinasi kami masih menununggu instruksi dari pusat,” tuturnya.
Retno menambahkan, LSD tersebut disebabkaan oleh Virus Lumpy Skin Disease yang merupakan DNA dari Genus Capripox virus atau Famili Poxviridae yang bersifat non zoonosis. Virus ini umumnya menyeran hewan seperti sapi dan kerbau.
Terkait penularannya, penyakit tersebut disebarkan melalui dua hal yaitu secara langsung maupun tak langsung. Secara langsung melaui serangga penghisap darah sebagai Vektor penyebaran penyakit, dan tidak langsung melalui peralatan yang terkontaminasi virus LSD.
Baca juga: Kronologi Bus Pariwisata yang Terparkir di Objek Wisata Guci Terjun ke Sungai
Lihat Juga :