FGD IWO Malang Bahas Artificial Intelligence, Indonesia Butuh Regulasi

Minggu, 16 April 2023 - 18:54 WIB
Namun, apakah kecerdasan buatan akan menggeser peran wartawan? atau sebatas membantu pekerjaannya? Karena itu, pihaknya mengundang Direktur MNC Group yang merupakan Digital Enthusiast, Christophorus Taufik.

"Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) tidak sekadar dalam penggunaan aplikasi. Namun, bagaimana memahami, menganalisisnya menjadi informasi yang berguna, dan dikembangkan untuk memudahkan kehidupan manusia. Kita pun perlu mengetahui kekurangan dan kelebihan artificial intelligence,” kata Christophorus Taufik yang juga merupakan Ketua DPP Partai Perindo itu.

Menurut Chris, kehadiran platform-platform tersebut membuat jurnalis harus melakukan banyak penyesuaian, karena sangat mungkin fenomena AI ini membawa sejumlah perubahan masif yang mengubah sistem tatanan yang lama menjadi sebuah sistem baru.

Baca juga: Viral di Medsos, PJR Polantas Cegat Toyota Alphard di Tol Pemalang

"Pekerjaan kita, dunia jurnalistik harus didesain ulang metodenya agar bisa bertahan. Semua tantangan pasti ada peluangnya,” sambungnya.

Diakuinya, perkembangan teknologi Artificial Intelligence di Indonesia perlu mendapat perhatian guna mengenali risiko, penyadaran akan risiko dan perencanaan penanggulangan dampak negatif ke depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!