Penumpang KRL di Stasiun Bogor, Bima: Lebih Padat Namun Terkendali
Senin, 20 Juli 2020 - 13:47 WIB
"Hari ini kita lihat situasi yang cukup normal, Senin kemarin karena dua minggu lalu itu penuh sekali, kelihatannya minggu lalu banyak penumpang memilih minggu malam sehingga senin jumlah penumpang turun. Kemudian karena minggu lalu turun dan agak sepi maka penumpang, Senin pagi ini kembali lagi," jelas Bima.
Bima memantau, pukul 06.40 WIB penumpang masih lumayan padat dibanding minggu lalu dengan jam yang sama sudah lenggang. "Tapi tetap relatif bisa terurai. Waktu antrean mulai dari pintu masuk stasiun sampai masuk gerbong saya lihat sekitar 30-40 menit," terangnya.
Di Stasiun Bogor juga Bima Arya sempat berbincang dengan pihak Kementerian Perhubungan dan sepakat bahwa opsi bantuan gratis tidak bisa permanen. Bahkan, berdasarkan survei kepada penumpang, mereka bersedia untuk membayar tiket.
"Tidak mungkin semuanya gratis, sudah ada survei juga. Jadi warga bersedia membayar tiket bus. Asal tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu jauh tarifnya dengan kereta. Kita akan mempercepat itu, titik berangkatnya dari mana, harga tiketnya berapa karena tidak mungkin selamanya gratis di sini. Dan selama belum memungkinkan ditambah penumpang di dalam gerbong, maka bus berbayar ini jadi solusi utama," pungkasnya.
Bima memantau, pukul 06.40 WIB penumpang masih lumayan padat dibanding minggu lalu dengan jam yang sama sudah lenggang. "Tapi tetap relatif bisa terurai. Waktu antrean mulai dari pintu masuk stasiun sampai masuk gerbong saya lihat sekitar 30-40 menit," terangnya.
Di Stasiun Bogor juga Bima Arya sempat berbincang dengan pihak Kementerian Perhubungan dan sepakat bahwa opsi bantuan gratis tidak bisa permanen. Bahkan, berdasarkan survei kepada penumpang, mereka bersedia untuk membayar tiket.
"Tidak mungkin semuanya gratis, sudah ada survei juga. Jadi warga bersedia membayar tiket bus. Asal tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu jauh tarifnya dengan kereta. Kita akan mempercepat itu, titik berangkatnya dari mana, harga tiketnya berapa karena tidak mungkin selamanya gratis di sini. Dan selama belum memungkinkan ditambah penumpang di dalam gerbong, maka bus berbayar ini jadi solusi utama," pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :