Kisah Hayam Wuruk Pandai Menari hingga Blusukan sebelum Kuasai Majapahit

Jum'at, 31 Maret 2023 - 05:05 WIB
Baca juga: Kisah Pilu Ronggolawe, Prajurit Pemberani Majapahit tapi Berakhir Tragis

Sementara dalam naskah Nagarakretagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca. Dalam kakawin yang aslinya merupakan catatan tentang desa-desa di Majapahit ini, Mpu Prapanca sempat mengungkapkan kisah Prabu Hayam Wuruk yang ambil bagian dalam sendratari Majapahit.

Sebagai seorang raja besar, Hayam Wuruk tidak hanya memiliki ketangkasan dalam tanding senjata, memanah, dan berkuda. Namun, dalam salah satu pupuh Nagarakretagama juga disebutkan bahwa raja terbesar Majapahit ini memiliki hobi menari dan menyanyi.

Mpu Prapanca dalam uraiannya mengisahkan, sebuah pertemuan terjadi di dalam istana. Ada seorang utusan yang dipanggil untuk menghadap Baginda. Sang utusan hendak diajak dalam sebuah perjamuan.

Di dalam istana pun hadir hadirin lainnya. Mereka semarak dalam suasana pesta.

Ketika sang utusan hadir, para menteri bergilir menyanyi. Nyanyian tersebut pun mendapat sorakan pujian dari para tamu.

Tak disangka, saat itu Baginda Prabu Hayam Wuruk ikut berdiri dan melaraskan lagu. Sontak perhatian pun teralih pada suara Sang Prabu.

Baginda bernyanyi dan dalam kacamata Mpu Prapanca, suara Baginda dilukiskan amat indahnya. Bagai gerak merak di dahan kayu, bagai madu bercampur gula.

Baca juga: Megah! Begini Penampakan Istana Majapahit di Trowulan Hasil Artificial Intelligence

Selain hobi unik itu, Hayam Wuruk juga dikisahkan kerap berkeliling daerah setelah musim penghujan mengadakan perjalanan ke daerah dekat-dekat Majapahit, seperti Jalagiri, Blitar, Polaman, Daha, dan sebagainya.

Daerah bernama Desa Perdikan Jalagiri yang terletak tidak jauh sebelah timur Majapahit serta Wewe Pikatan di Tjandi Lima.

Biasanya Hayam Wuruk berkunjung ke lokasi tersebut dengan berjalan kaki. Bila tidak ke lokasi tersebut, biasanya Hayam Wuruk suka berkunjung ke Pala untuk melakukan ziarah ke Candi Siwa. Kemudian Hayam Wuruk meneruskan perjalanan menuju Blitar, Jimur, Silaahrit, Polaman, Daha, dan Janggala.

Saat melakukan perjalanan ini biasanya Hayam Wuruk diiringi segenap pembesar-pembesar pemerintah pusat Majapahit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!