Perkuat Sejarah Islam, Rembang Bangun Museum Santri Nusantara

Minggu, 19 Juli 2020 - 15:02 WIB
“Bisa dibayangkan betapa banyaknya, lantai III penuh dengan daun pintu berisi ayat-ayat Alquran, sehingga membutuhkan tenaga dan biaya yang banyak juga. Dari segi anggaran, dengan segala ikhtiar insya Allah bisa. Tapi kalau ada masyarakat ingin memberikan kontribusi, kami persilakan,“ kata dia. (Baca juga: Rapid Test di Pasar Hewan Rembang, Tiga Orang Reaktif )

Sedangkan lantai 2 museum sebagai tempat benda-benda bersejarah yang sudah ditemukan selama ini. Seperti mustoqo Masjid, kayu dodo peksi kuno Masjid Lasem dan beragam benda lain. Untuk lantai I, sudah berdiri lebih dulu setahun lalu, difungsikan sebagai mandi cuci kakus (MCK), perkantoran dan gudang.

“Lantai 2 dan 3 ini dibangun mulai awal tahun 2020. Jika masyarakat Lasem punya peninggalan bersejarah, monggo kalau mau dikontribusikan guna menambah perbendaharaan museum,“ kata Abdullah.

Abdullah Hamid mengatakan, bentuk Museum Santri Nusantara menggabungkan antara bangunan rumah gadang, khas Sumatera Barat, dengan rumah adat Jawa. Hal itu terinspirasi oleh tokoh ulama Lasem, Kiai Ma’shum yang merupakan keturunan Sultan Minangkabau, dan Kiai Baidhlowi, keturunan ningrat Jawa.

“Kami padukan rumah gadang dan rumah joglo. Bahkan untuk mengetahui lebih detail rumah gadang, kami sempat langsung berkunjung ke Sumatera Barat,“ kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!