Bye bye, Senyum Sumringah Pembunuh Polisi di Bali ketika Dideportasi
Jum'at, 17 Juli 2020 - 23:18 WIB
Bye bye. Begitulah lambaian tangan Sara Connor, perempuan warga negara Australia ketika hendak meninggalkan Bali untuk dideportasi ke negaranya melalui Bandara Ngurah Rai, Jumat (17/7/2020). Foto/Ist
DENPASAR - Bye bye. Begitulah lambaian tangan Sara Connor, perempuan warga negara Australia ketika hendak meninggalkan Bali untuk dideportasi ke negaranya melalui Bandara Ngurah Rai, Jumat (17/7/2020).
Sara tentu merasa lega sekali. Dia baru sehari mengirup udara bebas setelah hampir empat tahun merasakan dinginnya jeruji besi Lapas Kerobokan, Denpasar. Dia dinyatakan terbukti bersalah membunuh seorang petugas polisi di Pantai Kuta, 17 Agustus 2016 silam. (Baca juga: Cewek Australia Pembunuh Polisi di Bali Bebas dari Lapas Kerobokan)
Senyum sumringah selalu terlihat dari perempuan 49 tahun itu ketika hendak terbang ke kampung halamannya di Byron Bay, New South Wales, Australia. Seolah tidak peduli lagi dengan kesedihan yang mungkin masih dirasakan keluarga korban, I Wayan Sudarsa. (Baca juga: Oknum Anggota TNI di Jatim Jadi Bandar Narkoba di Bali)
Tepat pukul 12.00 Wita, Sara meninggalkan Bali dengan menumpang pesawat Garuda GA 407 menuju Jakarta. "Kita deportasi melalui Jakarta karena penerbangan langsung dari Bali ke Australia saat ini tidak ada akibat pendemi COVID-19," kata Kepala Divisi Imigrasi Kantor Kementerian Hukum dan HAM Bali Eko Budianto.
Sara tentu merasa lega sekali. Dia baru sehari mengirup udara bebas setelah hampir empat tahun merasakan dinginnya jeruji besi Lapas Kerobokan, Denpasar. Dia dinyatakan terbukti bersalah membunuh seorang petugas polisi di Pantai Kuta, 17 Agustus 2016 silam. (Baca juga: Cewek Australia Pembunuh Polisi di Bali Bebas dari Lapas Kerobokan)
Senyum sumringah selalu terlihat dari perempuan 49 tahun itu ketika hendak terbang ke kampung halamannya di Byron Bay, New South Wales, Australia. Seolah tidak peduli lagi dengan kesedihan yang mungkin masih dirasakan keluarga korban, I Wayan Sudarsa. (Baca juga: Oknum Anggota TNI di Jatim Jadi Bandar Narkoba di Bali)
Tepat pukul 12.00 Wita, Sara meninggalkan Bali dengan menumpang pesawat Garuda GA 407 menuju Jakarta. "Kita deportasi melalui Jakarta karena penerbangan langsung dari Bali ke Australia saat ini tidak ada akibat pendemi COVID-19," kata Kepala Divisi Imigrasi Kantor Kementerian Hukum dan HAM Bali Eko Budianto.
Lihat Juga :