Labuhan Merapi, Cara Orang Jawa Menjinakkan Amukan Gunung Merapi

Senin, 13 Maret 2023 - 18:16 WIB
Kemudian guntingan kuku dan potongan rambut sultan, sajian kembang, kemenyan, daun sirih, dan minyak wangi. Lalu juga aneka sajian makanan termasuk tumpeng yang berhias buah-buahan, sayuran, telur rebus, serta cabai.

Juga ditambah rokok klobot, minyak wangi dan sedikit uang. “Persembahan ini diangkut dalam kotak kayu yang cukup besar”.

Prosesi dimulai di wilayah Kinahrejo. Di dapur rumah juru kunci gunung Merapi di Kinahrejo, ubo rampe berupa hidangan untuk upacara ritual telah disiapkan oleh para perempuan.

Baca juga: Gunung Merapi Meletus, Warga Selo Boyolali: Diawali Suara Gemuruh dari Puncak Di antaranya dua ekor ayam panggang, satu ekor ayam ingkung, nasi dan tumpeng, sayur urap, anek jajan pasar, cemilan gorengan, sayur campur, lemper, dan kerupuk udang.

Di dapur itu, juru kunci Merapi membakar dupa sekaligus memanjatkan doa yang berlafalkan Arab dan Jawa. Sebelum peristiwa erupsi dahsyat tahun 2010 yang menelan banyak korban jiwa, doa dipimpin juru kunci mendiang Mbah Maridjan.

Disampaikan bahwa Sultan Yogyakarta telah menghaturkan persembahan kepada leluhur yang bersemayam di gunung Merapi. Persembahan yang dihaturkan sebagai wujud rasa cinta, hormat dan syukur.

Sultan sekeluarga, bangsa Indonesia, para pemimpin bangsa dan rakyat Indonesia didoakan senantiasa berumur panjang, damai, sehat, serta dilindungi dari segala malapetaka dan bencana alam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!